Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Berita Video

[Video]: Sumpah Nasrallah dan Kekonyolan Militer Israel yang Terekam Kamera

Published 31/08/2020 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Tampilan Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah (SHN) di layar televisi dari waktu ke waktu selalu menjadi jendela yang efektif untuk melihat perkembangan arus politik di kawasan Timteng di tengah ketiadaan pemimpin Arab lain yang bangsawan dan kharismatik serta mengguritanya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang mendominasi kanal media melalui sejumlah sekutu Arabnya.

Pidato SHN pada momen peringatan Hari Asyura atau kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib ra menampilkan pendirian dan sorotan terhadap sejumlah perkembangan di tingkat lokal Libanon maupun regional Arab. Karena itu, pidatonya menyita perhatian banyak pengamat dan kalangan, baik di pihak kawan maupun lawannya, terutama Israel.

Nada vokal mendominasi banyak bagian pidato SHN sehingga praktis memperlihatkan kesolidan pendiriannya dalam bertahan pada opsi resistensi terhadap fenomena pendudukan, baik di Libanon maupun negara-negara regional, terlebih Palestina, kendati mendapat tekanan politik dan pencemaran reputasi melalui media penebar konten-konten yang digoreng di sejumlah negara Arab.

Ada beberapa pesan moral yang dapat dipetik dari pidatonya sebagai berikut;

Pertama, tertuju kepada rezim pendudukan Israel, yang intinya ialah bahwa ketika satu orang pejuang Hizbullah terbunuh maka harus terbalas dengan terbunuhnya satu tentara Israel. Perimbangan demikian akan selalu dipertahankan oleh Hizbullah dengan segala cara.

Kedua, Israel mengharapkan reaksi segera dari Hizbullah, sementara Hizbullah masih membiarkan keadaan tetap mencekam bagi pasukan Zionis. Hizbullah bersumpah bahwa balasan pasti akan datang. Berlanjutnya kondisi mencekam semakin menyakitkan bagi Israel.

Ketiga, Israel mudah sekali melecehkan Arab, terlebih pihak-pihak yang jutsru pro-normalisasi hubungan dengan Israel sendiri. Israel bahkan tak sudi menjaga wibawa pejabat Uni Emirat Arab (UEA) ketika rezim Zionis itu membantah kesediaannya mengurungkan rencana aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania serta menentang suplai UEA dengan jet tempur siluman F-35. Israel tidak menghendaki perdamaian, melainkan ketercundangan Arab.

Keempat, penolakan pengakuan atas rezim pendudukan dan normalisasi hubungan dengannya, meskipun semua negara Arab atau bahkan dunia mengakuinya. Hizbullah bersumpah untuk berpihak kepada siapapun yang berjuang melawan pendudukan, baik di Palestina dan Libanon maupun di negara Arab lain yang diduduki oleh pihak asing.

Hizbullah sengaja tidak segera melancarkan serangan balasan atas anggota seniornya yang terbunuh oleh serangan Israel ke Damaskus. Penangguhan ini juga terkait dengan situasi politik Libanon di mana Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan datang lagi ke Beirut Senin (31/8/2020), nama perdana menteri baru Libanon akan segera diumumkan, dan sidang parlemen akan digelar.

Hizbullah bersumpah akan membalas, namun membiarkan kondisi kubu internal Libanon memulih dulu setelah perdana menteri sebelumnya mundur pasca tragedi ledakan Pelabuhan Beirut. Dan Hizbullah selama ini terbukti bukan kelompok militan yang hanya pandai menggertak tanpa tindakan nyata.

Rekaman Video Kekonyolan Militer Israel

Kelompok pejuang Hizbullah tampak tidak ingin terjerumus pada jebakan Israel untuk berperang di saat situasi tidak kondusif. Penjebakan itu nyata-nyata dilakukan Israel bahkan dengan cara mengoperasikan robot atau boneka berbentuk tentara di wilayah perbatasan Libanon-Israel.

Israel berharap boneka itu ditembak oleh pejuang Hizbullah dan kemudian Hizbullah puas dan lega karena mengira sudah berhasil membalas tentara Israel. Nyatanya, cara itu justru membongkar kekonyolan militer Israel dan ciutnya nyali mereka dalam berurusan dengan Hizbullah, setelah Hizbullah merekam pengoperasian boneka robot itu kemudian memublikasi videonya, seperti terlihat di link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=pg-CcKqVh4Y

Semua ini bukan saja memperlihatkan betapa Hizbullah tak semudah itu dikecoh oleh lawannya yang selama ini dikesankan sebagai salah pasukan terhebat di dunia, melainkan juga membuktikan betapa kubu resistensi di Libanon masih tetap menjadi batu sandungan bagi Israel dan negara-negara Arab pro-normalisasi.

Kedudukan Hizbullah juga diperlihatkan dalam pidato SHN yang menyebutkan bahwa Hizbullah pernah mendapat tawaran dana dari AS melalui perantara agar Hizbullah menyudahi visi dan misinya melawan Israel. Menurutnya, selain ditawari dana dalam jumlah besar, Hizbullah juga dijanjikan proses pengembangan sistem politik yang menguntungkan Hizbullah.

Kampanye media anti kubu resistensi memang sangat berbahaya karena berlangsung begitu masif, terutama melalui media sosial, dan didukung dengan pasukan cyber kuat yang didanai miliaran dolar. Hanya saja, publik Arab masih dewasa menghadapi serangan itu, dan media Poros Resistensi adalah ujung tombak yang efektif menghadapinya. Media poros ini, meski kecil namun menghasilkan gebrakan-gebrakan yang mematikan propaganda kotor media lawan.(mm/raialyoum)

Baca juga:

Nasrallah: Gerakan Asing Anti-Hizbullah Kali Ini Terparah Dalam 50 Tahun Terakhir

Iran Diduga Kerahkan Sistem Pertahanan Udaranya di Dekat Perbatasan Suriah-Lebanon

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account