Statemen al-Hashd al-Shaabi Kian Persulit Posisi AS

0
4751

Baghdad,LiputanIslam.com-Dalam statemen yang ditujukan kepada AS, politisi dan rakyat Irak pada hari Sabtu (4/4) kemarin, Kelompok Perlawanan Irak telah menggariskan peta masa depan negara mereka.

Poin pertama yang disebut dalam statemen al-Hashd al-Shaabi adalah penekanan status AS sebagai agresor. Al-Hashd al-Shaabi juga menegaskan, perlawanan mereka akan terus berlanjut sampai AS angkat kaki sepenuhnya dari Irak. Arti dari penegasan ini adalah bahwa Poros Perlawanan Irak menganggap ancaman-ancaman terbaru AS sebagai bagian dari psy war Gedung Putih terhadap bangsa dan pejuang Irak.

Dalam beberapa hari terakhir, AS mengosongkan pangkalan-pangkalan gabungannya dengan Irak, kemudian memusatkan pasukannya di pangkalan-pangkalan utama seperti Ayn al-Asad dan al-Harir. Dengan merilis statemen kemarin, pada dasarnya al-Hashd al-Shaabi telah membongkar tujuan-tujuan tersembunyi AS di saat Trump berkutat dengan pandemi Corona dan kesulitan ekonomi.

Melalui statemen tersebut, Poros Perlawanan memperingatkan bahwa Trump akan memanfaatkan situasi guna mengalihkan opini umum dunia, terutama rakyat Irak. Dengan kata lain, mereka ingin menunjukkan, pengosongan pangkalan-pangkalan AS dari Irak bukan pertanda niat Washington untuk keluar dari negara itu, tapi adalah upaya untuk memperkuat keberadaan jangka panjang AS di Irak; keberadaan yang diselewengkan Trump sebagai “kebaikan AS untuk rakyat Irak.” Poros Perlawanan hendak menegaskan bahwa “kelemahan AS” jangan diartikan sebagai “kebaikan AS bagi rakyat Irak.”

Poin lainnya, statemen kemarin ditandatangani oleh 8 kelompok perlawanan Irak, yang tanpa tedeng aling-aling menyebut identitas mereka. Dengan langkah ini, kelompok-kelompok tersebut bukan hanya menyuarakan tekad dan keberanian mereka untuk melawan AS, tapi juga ingin menunjukkan luasnya penentangan terhadap keberadaan AS di seluruh Irak. Sebelum ini, di masa perang melawan ISIS, terutama di Mosul, Kelompok-kelompok Perlawanan telah meyakinkan rakyat Irak bahwa ucapan mereka sejalan dengan perbuatan mereka.

Statemen al-Hashd al-Shaabi dirilis tepat di hari al-Zarfi memaparkan program-programnya untuk membentuk kabinet mendatang Irak. Statemen itu memuat penentangan keras sekaligus argumentatif al-Hashd al-Shaabi terhadap pencalonan al-Zarfi untuk pos perdana menteri. Ini pertanda bahwa Poros Perlawanan selalu waspada baik di pentas militer atau politik. Mereka meyakini bahwa dua sektor ini patut dilindungi dengan baik.

Dengan dirilisnya statemen kemarin, mulai sekarang AS akan menghadapi pekerjaan sulit, karena situasi politik mendatang di Irak telah memasuki tahap baru. Mulai hari ini, AS tidak bisa lagi menyebut Kataib Hizbullah sebagai “satu-satunya penentang keberadaan AS di Irak,” seperti yang selalu disuarakan Washington. Di saat bersamaan, para politisi juga akan bertindak lebih hati-hati usai dirilisnya statemen tersebut. Statemen kemarin menunjukkan bahwa sikap Kelompok-kelompok Perlawanan merupakan suara ulama dan rakyat Irak; sikap yang pasti akan dijalankan secara serius. (af/alalam)

Baca Juga:

Al-Hashd Al-Shaabi Sebut Al-Zarfi sebagai Kandidat PM Irak Titipan CIA

AS, Negara Maju yang Paling Tidak Siap Hadapi Wabah Corona

DISKUSI:
SHARE THIS: