Sesumbar Sarang Laba-laba yang Terbukti Dusta

0
272

LiputanIslam.com-Jubir Angkatan Bersenjata Iran, Abulfazl Shekarchi, pada hari Kamis (16/7) kemarin mengumumkan, sepanjang 9 tahun kehadiran legal konselor militer Iran di Suriah, hanya 8 personel yang gugur dalam serangan udara dan rudal Rezim Zionis.

Beberapa waktu lalu, media-media Israel mengklaim, operasi serangan udara Rezim Zionis ke basis-basis Iran di Suriah mencapai jumlah 200 serangan. Setelah itu, media-media ini berupaya menggunakan muslihat-muslihat media untuk mengesankan bahwa tiap serangan baru di Suriah menargetkan personel dan basis Iran. Mereka juga membumbui bahwa serangan-serangan itu mendatangkan kerugian materi dan jiwa atas Iran.

Namun, Jubir Angkatan Bersenjata Iran telah menegaskan, bahwa tak satu pun dari serangan Israel itu dibiarkan begitu saja. Iran dan Poros Perlawanan selalu membalas setiap agresi yang ditujukan kepada mereka.

Setelah mengumbar klaim soal jumlah 200 serangan udara atas basis-basis Iran, Rezim Zionis berusaha membesar-besarkan serangan-serangan itu, dan mengesankan bahwa Iran tak berdaya untuk membalasnya. Di saat bersamaan, media-media Zionis juga menyensor pembalasan yang dilancarkan Poros Perlawanan.

Israel juga menyalahgunakan kondisi internasional untuk mengesankan bahwa Tel Aviv telah sukses meraih tujuannya, yaitu menjauhkan Iran dari Suriah dan mengakhiri bantuan Teheran kepada Poros Perlawanan.

Namun, statemen Shekarchi kemarin telah menegaskan keberlanjutan kehadiran legal Iran di Suriah dan bantuannya untuk Poros Perlawanan. Statemen ini juga menunjukkan bahwa Israel hanya bicara soal mimpi-mimpi yang tak akan terwujud, baik di meja perundingan atau di medan tempur.

Pasca insiden Natanz, media-media Israel juga ingin mengesankan bahwa perang Tel Aviv vs Teheran  “telah dipindah ke dalam wilayah Iran,” meski klaim ini ditanggapi dingin oleh para petinggi Israel. Media-media tersebut menyangka, klaim mereka diterima opini umum lantaran tak ada sanggahan relevan media. Namun, pernyataan Shekarchi kemarin telah menjawab semua klaim dusta mereka.

Kunjungan Esmail Qaani (Komandan Pasukan Quds IRGC) ke Suriah, juga penegasan Dubes Iran soal dukungan Teheran kepada Pemerintah dan rakyat Suriah dalam menghadapi UU Caesar, juga lawatan Menlu Iran di awal krisis Corona, semua ini menunjukkan bahwa keberadaan Iran di Suriah adalah legal dan berdasarkan permintaan resmi Damaskus serta akan tetap berlanjut. (af/alalam)

Baca Juga:

Pertama Kali, Iran Ungkap Kerugiannya Akibat Serangan Militer Israel di Suriah

Patroli Rusia-Turki Diserang, AU Suriah Gempur Sejumlah Kelompok Teroris

 

DISKUSI: