Serangan Rudal dan Siber terhadap Israel, Saatnya Iran Beraksi?

0
1091

Vila milik seorang pengusaha Kurdi di Erbil, Irak, hancur dihantam rudal Iran karena diketahui dipakai dalam kegiatan intelijen MOSSAD.

LiputanIslam.com –  Dua serangan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya telah dilancarkan Iran belum lama ini terhadap targat-target Israel dalam jangka waktu beberapa hari. Pertama, serangan rudal konvensional Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap sebuah markas dinas rahasia Israel, MOSSAD, di Erbil, ibu kota wilayah Kurdistan Irak. Kedua, serangan pasukan siber Iran yang telah mengacaukan komputer dan melumpuhkan situs-situs internet berbagai lembaga dan kementerian Israel.

Pesan Iran di balik serangan ini tentu jelas, yaitu bahwa negara republik Islam itu telah beralih dari tahap sabar dan diam kepada tahap aksi dan reaksi terbuka dan cepat terhadap segala bentuk serangan Israel yang dilancarkan dari tempat manapun di dunia, dan bahwa balasan selanjutnya akan lebih menghancurkan.

Penembakan 12 rudal Iran ke sebuah pusat pelatihan MOSSAD di Arbil telah menyebabkan kehancuran fatal pusat itu, sebagaimana terlihat dari gambar-gambar yang beredar. Pemboman itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sebuah pangkalan drone di kota Kermanshah, Iran, sebagaimana disebutkan dalam bocoran informasi sumber-sumber IRGC kepada saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon.

Komandan Pasukan Quds IRGC Brigjen Esmail Qaani menegaskan, “Balasan yang mengguncang ini bukan balasan atas gugurnya dua perwira Iran dalam serangan Israel ke kawasan selatan Damaskus, dan balasan gugurnya dua orang ini pasti akan menyusul.”

Tampak bahwa IRGC mulai menyingsingkan lengan bajunya dan beralih dari perang terselubung kepada perang terbuka melawan Israel. Hal ini diperkuat lagi dengan pesan tajam seorang komandan IRGC Jenderal Mohammad Tehrani Moghaddam kepada para penguasa Arab di kawasan Teluk Persia bahwa rudal-rudal presisi yang telah menghantam pangkalan MOSSAD juga dapat menghantam mereka jika mereka menjadikan wilayah negara mereka sebagai pusat-pusat konspirasi MOSSAD anti-Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip saluran telegram Pasukan Quds IRGC, Rabu (16/3), Moghaddam memperingatkan, “Jika Israel nekat mengganggu Iran dari negara-negara pesisir Teluk Persia maka kami memperingatkan kepada para penguasa negara-negara Arab ini bahwa kami tentu akan menyerang dengan panah IRGC yang tak terlihat, yakni rudal-rudal yang tak terlacak.”

Bisa jadi, pernyataan penasehat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivian dan Jenderal Kenneth McKenzie dari Komando Pusat AS bahwa Iran memiliki 3000 rudal balistik jarak jauh yang sebagian di antaranya menjangkau Israel merupakan sebentuk konfirmasi atas kebijakan baru Iran tersebut dan lonceng peringatan bagi Israel.

Entah bagaimana perasaan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi dan pejabat lain di pemerintahannya setelah pernyataan semi-resmi AS justru berseberangan dengan narasi mereka, dan malah mengonfirmasi bahwa bangunan yang diserang IRGC di Erbil adalah sebuah pangkalan Mossad, bukan rumah tempat tinggal, terutama karena foto di lapangan menegaskan adanya lebih dari empat menara pengawas yang didirikan di atas atapnya.

Sudah bukan masanya lagi Israel menembus kedalaman wilayah Iran, membunuh ilmuwan, dan menyabotase fasilitas, karena Iran sudah siap meresponnya dengan badai rudal, drone, dan serangan siber. Dan ini diperkuat dengan pernyataan pihak keamanan Iran belum lama ini mengenai keberadaan sel Mossad yang merencanakan serangan di fasilitas nuklir Fordow dan terciduknya beberapa anggota sel tersebut.

Pasca serangan rudal IRGC ke Erbil dapat diperkarakan bahwa akan ada gebrakan-gebrakan selanjutnya terhadap Israel dan para sekutunya di Irak dan kawasan Teluk Persia. Bisa jadi gebrakan yang terbesar adalah balasan Teheran atas terbunuhnya dua perwira Iran dalam serangan Israel ke Suriah, dan balasan ini agaknya tidak akan menunggu waktu lama lagi. (mm/raialyoum)

Berita Terkait:

[Video:] Sejumlah Perwira MOSSAD Dikabarkan Tewas akibat Serangan Rudal Iran ke Arbil

Serangan Siber Terbesar Anti-Israel, Peretas Iran Lumpuhkan Situs-Situs Internet Rezim Zionis

 

DISKUSI: