Serangan Masif Israel ke Suriah, Sasar Target-target Iran?

0
188

LiputanIslam,com-Dalam beberapa pekan, terutama hari-hari terakhir, sejumlah titik di Suriah menjadi sasaran serangan jet-jet Israel. Dalam serangan terbaru, pangkalan udara T4 di Provinsi Homs diserang oleh Rezim Zionis.

Terkait meningkatnya serangan Israel ke Suriah, ada sejumlah dalil yang bisa disebutkan. Salah satunya, Israel dengan serangan-serangan ini berusaha “menjauhkan Iran dan Hizbullah dari Suriah.” Melalui rangkaian serangan ini, Israel juga berniat membuat Pemerintah dan rakyat Suriah kian tertekan oleh dampak sanksi-sanksi AS yang disebut UU Caesar.

Dengan melancarkan serangan, Israel juga ditengarai hendak memamerkan diri dan mempropagandakan kekuatan militernya terhadap opini publik, serta melemahkan tekad Hizbullah untuk membalas dendam.

Bisa jadi Israel juga bertujuan untuk mengurangi sensitifitas opini Dunia Islamb terhadap sejumlah isu, seperti normalisasi Arab-Israel. Namun, tampaknya serangan-serangan udara terbaru Israel ini mengincar target yang lebih tinggi dan lebih spesifik daripada hal-hal di atas.

Sekitar 50 hari lalu, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran melawat ke Suriah. Ia menandatangani MOU terkait perluasan kerjasama militer dengan Suriah di segala bidang.

Berdasarkan pemberitaan media, inti dari kesepakatan itu adalah Suriah dibekali sistem pertahanan udara buatan Iran untuk menghadapi agresi asing. Setelah lawatan tersebut, spekulasi-spekulasi terkait hal ini kain menguat. Iran disebut-sebut telah mengirim sistem pertahanan udara Khordad-3 dan Bavar-373 ke Suriah.

Tampaknya, kebingungan Israel dalam mengungkap jenis sistem pertahanan tersebut, juga titik-titik penempatannya di Suriah, telah mendorong Tel Aviv meningkatkan serangan udaranya guna menebus defisit informasi intelijennya.

Hal ini diperkuat oleh keragaman target di Suriah dan fokus serangan ke titik-titik yang menurut Israel adalah posisi penempatan sistem pertahanan udara Iran.

Kendati sebagian besar serangan udara Israel ke Suriah dilaporkan gagal, namun sepertinya sistem S-300 Rusia tidak aktif di Suriah sebagaimana mestinya, atau memang tidak diizinkan untuk difungsikan. Tampaknya, jalur udara Dataran Tinggi Golan dan Tanaf (yang sebelum ini pesawat penumpang Iran diganggu jet AS) lebih diprioritaskan untuk mendapatkan penjagaan. (af/alalam)

Baca Juga:

Israel Serang Suriah dari Arah Pangkalan AS di Tanaf

Israel Rilis Foto Satelit Dampak Serangannya ke Wilayah Suriah

DISKUSI: