Serangan ke Kapal Israel, Bukti Kesatuan Geografi Poros Resistansi

0
1362

 LiputanIslam.com-Seperti yang bisa diduga, Rezim Zionis segera menuding Iran sebagai dalang penyerangan ke kapal dagang milik milyuner Israel Eyal Ofer. Serangan di Laut Oman itu telah menewaskan dua awak kapal tersebut.

Ini adalah jenis tuduhan yang selalu berulang tiap kali kapal Israel menjadi target serangan di laut dan samudera.

Kali ini tuduhan dilayangkan oleh lebih dari “satu pejabat Israel,” berbeda dari sebelum-sebelumnya yang biasanya muncul dari media-media Zionis.

Media-media Israel mengabarkan, Menteri Perang Benny Gantz dan Kepala Staf Tentara Israel Aviv Kochavi telah berunding tentang serangan ini. Mereka sepakat bahwa Kemenlu Israel melakukan upaya-upaya “di level politik” terhadap Iran. Menlu Yair Lapid pun meminta dari AS dan Inggris untuk memberikan “balasan keras” atas serangan ke kapal itu.

Kendati markas Armada V AS berada di Kawasan, juga masih ada radar-radar dan drone mata-mata AS serta Barat, tuduhan AS dan Israel terhadap Iran dilayangkan tanpa didasari satu pun bukti.

Tudingan kilat Israel kepada Iran, yang juga diperkuat oleh Eropa dan AS serta klaim Reuters dan perusahaan Zodiac Maritime bahwa serangan dilakukan dengan drone, menunjukkan bahwa Kubu Washington-Tel Aviv selalu berusaha mengesankan bahwa “hanya Iran yang menentang kehadiran AS dan agresi Israel.” Padahal Poros Resistansi dan bangsa-bangsa di Kawasan juga mendukung sikap Iran dalam menolak kehadiran AS dan Israel.

Apakah bangsa-bangsa seperti Yaman, Suriah, Irak, dan Lebanon butuh Iran untuk memahami bahwa kehadiran AS adalah dalang bencana dan krisis di Kawasan? Apakah bangsa-bangsa ini harus didoktrin Iran bahwa Israel berada di balik perang dan konflik etnis-sektarian di Kawasan?

Apakah tidak ada yang tahu bahwa AS dan Israel adalah penyebab semua krisis dan perseteruan di Yaman, Irak, Suriah, Lebanon, dan negara-negara lain di Kawasan? Bisakah dibayangkan bahwa rakyat di negara-negara ini, terutama faksi-faksi Resistansi di Kawasan, hanya akan duduk berpangku tangan dan membiarkan AS serta Israel merajalela di negara-negara mereka?

Meski belum ada pihak yang kini mengaku bertanggung jawab atas serangan ke kapal Israel, namun sumber-sumber al-Alam menyatakan bahwa serangan itu dilakukan faksi-faksi Poros Resistansi sebagai balasan atas serangan Israel ke bandara al-Dabaa. Ini menunjukkan bahwa Poros Resistansi lebih besar dari geografi dan frontnya juga satu.

Israel tidak menyembunyikan kerja sama militer dan keamanannya dengan AS serta rezim-rezim kolot Arab atas Yaman, Irak, Lebanon, dan Suriah. Bahkan Israel membangga-banggakan kerja sama ini, serta menyebut dirinya sebagai bagian dari Kubu AS.

Oleh sebab itu, Israel harus selalu menantikan balasan atas agresi-agresinya ke negara-negara di atas; balasan yang bisa bersumber dari titik mana pun di sepanjang geografi Poros Resistansi.

Sudah lewat masa ketika Israel bisa bebas melakukan agresi ke negara mana pun tanpa ada balasan. Sejak sekarang, Rezim Zionis harus berpikir seribu kali sebelum melakukan tindakan bodoh. (af/alalam)

Baca Juga:

Susul Afsel dan Aljazair, Namibia Kecam Keanggotaan Israel di Uni Afrika

Media Zionis: Para Atlet Arab Jadikan Israel Bahan Olok-olok

DISKUSI: