Pompeo Kembali dari Lawatan Luar Negerinya dengan Tangan Kosong

0
236

LiputanIslam.com-Di akhir lawatan regionalnya, Menlu AS Mike Pompeo mendorong para penguasa Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Dia juga mengklaim, Washington akan mengaktifkan kembali semua sanksi atas Teheran pada 20 September nanti.

Meski demikian, Pompeo tidak mendapatkan hasil terkait proyek normalisasi Arab-Israel. Sudan mengatakan “tidak” dan menyatakan, Pemerintah Sudan saat ini adalah pemerintahan sementara. Dengan demikian, pemerintah saat ini tidak memiliki kelayakan untuk memutuskan soal normalisasi dengan Israel.

Bahrain juga menggantungkan keputusannya terkait hal ini kepada Saudi. Raja Bahrain Hamd bin Isa Al Khalifa mengaku bahwa Manama berkomitmen dengan “Proposal Perdamaian Arab 2002”, yang notabene digagas oleh Riyadh.

Beberapa hari lalu, Saudi juga memberikan jawaban serupa. Oman pun hingga kini masih bungkam dan belum mengambil keputusan segera terkait normalisasi.

Di akhir kunjungannya, Pompeo mengaku bahwa AS akan memulihkan semua sanksi Iran di bulan depan. Statemen ini menunjukkan, Pompeo mengincar sejumlah target dalam lawatannya ke Kawasan. Terlebih topik normalisasi UEA-Israel adalah upaya untuk memuluskan kemenangan Trump di Pilpres AS nanti, serta menyelamatkan Netanyahu dari krisis internal Israel.

Diumumkannya tanggal pengaktifan sanksi Iran memiliki dua makna:

Pertama, AS ingin mendorong negara-negara Arab sekitar Teluk Persia, terutama Saudi, untuk segera mendeklarasikan normalisasi dengan Israel, meski keduanya sudah menjalin hubungan secara diam-diam. Perlu dicamkan bahwa Pompeo dalam masing-masing lawatannya menekankan pentingnya soliditas para anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk melawan Iran.

Kedua, Washington berniat mengingatkan negara-negara Arab, bahwa mereka hanya memiliki waktu hingga 20 September dan puncak kompetisi pilpres di AS untuk mengumumkan normalisasi dengan Tel Aviv.

Tiada keraguan bahwa banyak penguasa Arab, terutama di sekitar Teluk Persia, yang memiliki hubungan rahasia dengan Israel. Hal ini telah dikonfirmasi Direktur Mossad Yossi Cohen. Hanya saja, negara-negara ini belum berani mendeklarasikannya karena takut kepada rakyat mereka.

Sebagai contoh, karikaturis Yordania, Imad Hajjad, dan kebanyakan warga negara tersebut memprotes normalisasi UEA-Israel, bahkan sampai mengatai-ngatai para petinggi Abu Dhabi. (af/alalam)

Baca Juga:

INSS: Hizbullah Tak Takut Reaksi Israel

Menlu AS Datangi Sudan untuk Dorong Normalisasi dengan Israel

DISKUSI: