Pesan Lengkap Ayatullah Khamenei kepada Bangsa Palestina atas Kemenangan Gaza

0
2520

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Jumat (21/5), mengirim pesan dan ucapan selamat kepada bangsa Palestina atas kemenangan para pejuang di Jalur Gaza dalam perlawanan terhadap Rezim Zionis Israel yang berlangsung selama 12 hari.

Berikut ini bunyi pesan tersebut;

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Salam sejahtera atas Palestina yang tangguh dan teraniaya. Salam sejahtera atas para pemuga gagah berani Palestina. Salam sehatera atas Gaza nan resisten. Salam sejahtera atas Hamas, Jihad Islam dan semua faksi jihad dan politik di Palestina.

Saya bersyukur atas kemenangan dan kekuatan yang telah dianugerahkan Allah kepada para mujahidin Palestina, dan saya memohon kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Kuasa agar memberikan ketenangan kepada para keluarga syuhada yang berduka cita,  agar merahmati dan mencurahkan kebehagiaan kepada para syuhada, dan agar memberikan kesembuhan kepada para korban luka. Saya juga mengucapkan selamat atas kemenangan dalam perlawanan terhadap Rrezim Zionis pendurjana.

Ujian selama beberapa hari ini telah membuat bangsa Palestina merasa mulia, sementara musuh yang brutal dan buas menyadari ketidak berdayaannya di depan intifada Palestina yang bersatu. Ujian ini berbuah pengalaman kerjasama Quds dan Tepi Barat dengan Gaza dan tanah pendudukan 1948 serta kamp-kamp pengungsi Palestina.

Selama 12 hari, Rezim Zionis telah melakukan kejahatan besar, terutama di Gaza, dan secara praktik telah membuktikkan bahwa itu justru menyebabkan ketidak berdayaannya dalam menghadapi intifada Palestina nan terpadu.

Rezim ini telah melakukan aksi hina dan gila yang bahkan membangkitkan penolakan khalayak dunia terhadapnya serta menambahkan kebencian terhadap negara-negara Barat pendukungnya, terutama penjahat AS. Berlanjutnya kejahatan dan kemudian permintaan gencatan senjata sama-sama merupakan kekalahan baginya. Rezim ini terpaksa terpaksa menerima kekalahan.

Pengalaman warga lingkungan Syeikh Jarrah dalam perlawanan terhadap arogansi rezim pendudukan dan pendatang hendaklah menjadi pedoman bagi bangsa Palestina. Entitas pendudukan akan terus melemah, sementara jihad orang-orang Palestina akan membuat mereka semakin kuat dan menjadikan musuh semakin lemah dan hina.  

Rezim teroris Zionis yang memungkiri semua naluri kemanusiaan dalam kejahatannya pembantaian oran-orang tak berdosa harus dihukum di mahkamah pidana internasional yang independen, dan negara-negara Islam harus tulus menyokong bangsa Palestina secara militer dan dana serta dalam rekonstruksi Gaza.

Dunia Islam secara keagamaan bertanggungjawab atas urusan Palestina, dan logika politik dan pengalamanpun juga mengkonfirmasi kewajiban keagamaan ini. Negara-negara Islam harus tulus mendukung Palestina di bidang penguatan militernya, atau untuk pemenuhan kebutuhan dananya yang kini semakin besar daripada sebelumnya, maupun di bidang rekonstruksi infrastruktur yang hancur di Gaza.

Menindak lanjuti tuntutan rakyat ialah mendukung tuntutan keagamaan dan politik ini, dan rakyat negara-negara Muslim hendaklah meminta pemerintah masing-masing agar menunaikan kewajiban ini, sebagaimana mereka sendiri juga berkewajiban memberikan dukungan dana dan politik sedapat mungkin.  

Kewajiban penting lain ialah mengupayakan sanksi hukuman terhadap Rezim Zionis teroris dan penumpah darah itu. Semua naluri kemanusiaan percaya bahwa kejahatan besar pembunuhan anak-anak kecil dan kaum wanita Palestina selama 12 hari itu tak boleh dibiarkan tanpa sanksi hukuman.

Semua pelaku di rezim itu, terutama penjahat (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu, harus diadili dan dihukum oleh pengadilan-pengadilan internasional yang independen, dan ini bisa terwujud, dengan daya dan kekuatan Allah. Dan Allah berkuasa atas urusan-Nya.

Sayid Ali Khamenei

Jumat, 9 Syawal 1442 H

(mm/alalam/fna)

Berita Terkait:

[Video] Iran Pamerkan Drone Baru Bernama “Gaza”

Bersurat Kepada Pejuang Gaza, Jenderal Qaani: Kami Tak Dapat Hidup Nyaman Sebelum Israel Musnah

DISKUSI: