Misteri Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

0
255

LiputanIslam.com – Mengapa tidak tertutup kemungkinan adanya konspirasi di balik ledakan dahsyat Beirut, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutnya “tampak seperti serangan mengerikan”?

Siapa yang beberapa tahun silam mengirim kapal amonium nitrat ke pelabuhan Beirut? Siapa yang mempersulit pemindahannya dari pelabuhan itu; Apakah Israel dan atau AS dengan persekongkolan lokal? Mengapa sejak detik pertama ledakan muncul tuduhan terhadap Hizbullah? Apakah kebersamaan ini sekedar kebetulan belaka?

Jika tragedi yang meluluh lantakkan banyak tempat serta menewaskan dan melukai banyak orang di Beirut itu bukanlah kecelakaan biasa, melainkan serangan terencana seperti yang diisyaratkan Trump, maka yang layak untuk dicurigai lebih dulu sebagai dalangnya adalah AS dan Israel serta para agen keduanya di Libanon. Tidak kecil kemungkinan kebenaran teori konspirasi, mengingat kelamnya rekam jejak AS dan Israel seperti terlihat di Irak dan Suriah.

Trump nyaris merupakan satu-satunya orang yang mengisyaratkan adanya “serangan mengerikan”. Dalam wawancara di Gedung Putih ketika ditanya mengapa dia menyebut ledakan itu sebagai serangan, bukan kecelakaan, dia mengaku telah bertemu dengan para jenderal yang menilainyanya sebagai  “sejenis bom”.

Memang, tak lama kemudian jubir Pentagon menyatakan tak ada bukti bahwa ledakan itu merupakan serangan. Namun, nyaris tidak mungkin Trump berbicara begitu saja tanpa ada data sama sekali mengenai Libanon, negara yang sedang ditekan habis-habisan oleh AS dan Israel hingga batas yang belum pernah tersentuh sebelumnya agar kelompok pejuang Hizbullah melucuti senjatanya demi keamanan Israel yang sedang ketakutan, serta demi ambisi keduanya terhadap kekayaan migas di Laut Mediterania.

Patut pula dicatat bahwa meskipun laporan awal dari pemerintah Libanon menyebutnya sebagai kecelakaan akibat kelalaian dan buruknya pengelolaan, namun TV Al-Arabiya milik Arab Saudi sejak detik-detik awal peristiwa itu tampil sebagai satu-satunya stasiun televisi yang mengklaim ledakan itu berasal dari gudang senjata Hizbullah di pelabuhan Beirut, agar Hizbullah ini menjadi sasaran kutukan dan demi membebaskan Israel dan AS dari kecurigaan banyak orang.

Terlepas dari soal apakah ledakan itu terjadi karena kesengajaan ataupun karena faktor kelalaian, pertanyaan yang juga mencuat ialah bagaimana amonium nitrat yang mudah terbakar dan meledak sebanyak lebih dari 2500 ton itu masuk dan tertampung di pelabuhan Beirut. Informasi yang ada menyebutkan bahwa senyawa kimia itu diangkut dengan kapal Moldova beberapa tahun silam.

Lantas siapa pemilik muatan itu, dan untuk apa didatangkan ke Beirut. Apakah untuk dikirim kepada kelompok pemberontak Suriah, seperti disebutkan dalam beberapa laporan yang belum terkonfirmasi, ataukah sengaja digudangkan di Libanon untuk tujuan-tujuan teror, dan pembuatan bahan peledak?

Barang ini diakui berbahaya, dan Israel memilikinya sebanyak lebih dari 12,000 ton yang mencakup 800 jenis dan tersimpan dalam 1500 kontainer di Pelabuhan Haifa. Apakah muatan itu didatangkan ke Libanon melalui pihak ketiga melalui persekongkolan dengan pihak-pihak lokal agar dapat disalah gunakan di kemudian hari? Apakah pihak-pihak yang telah menghalangi desakan dan keputusan otoritas pengadilan Libanon untuk pemusnahan atau pemindahan muatan itu ke lokasi yang lebih aman terlibat dalam persekongkolan itu?

Belum ada titik terang untuk beberapa pertanyaan itu. Yang jelas, ada pertanda iktikad baik otoritas Libanon untuk mengusut tuntas misteri di balik tragedi besar itu ketika mewajibkan semua pejabat untuk tetap berada di tempat dan tidak melakukan perjalanan sampai proses penyelidikan selesai dan membuahkan hasil final. (mm/raialyoum/theguardian)

Baca juga:

Pejabat AS: Kami Tak Menepis Kemungkinan Ledakan Beirut Disebabkan Serangan

Media Iran Curigai Israel Ada di Balik Tragedi Ledakan Beirut

 

DISKUSI: