“Mesin Kesalahan”, Julukan Baru untuk Biden

0
1508

Washington,LiputanIslam.com-Media-media melabeli Presiden AS Joe Biden dengan “Gaffe Machine (Mesin Kesalahan)”, lantaran ia kerap melakukan kesalahan dan perilaku tak lazim, baik saat kampanye Pilpres atau setelah dilantik sebagai kepala negara.

Yang terbaru, harian cetakan Inggris, Sun, melaporkan, sebuah klip menunjukkan bahwa tampaknya Biden “tersesat” saat ia kembali ke Gedung Putih. Sebab, seorang anggota Secret Service harus mendatanginya untuk menunjukkan arah kepadanya. Anehnya Biden terus melangkah di atas rerumputan tanpa menghiraukan petunjuk pengawalnya tersebut.

Menurut laporan Sun, klip ini diambil saat Biden kembali dari Delaware, yaitu saat ia berjalan di pelataran Gedung Putih untuk menuju ke kantornya.

Hal ini tak pelak kian memperkuat desas desus terkait kesehatan mental dan daya pikir Presiden AS itu.

Saat berpidato di sebuah pabrik di Negara Bagian Pennsylvania pada 28 Juli lalu, Biden berkata ia mencalonkan diri sebagai Presiden AS dengan 3 alasan, namun ia hanya menyebutkan dua saja.

“Saat mengumumkan diri sebagai Capres, saya menyebutkan 3 alasan. Pertama adalah mengembalikan spirit AS, yaitu kejujuran dan kemuliaan. Kedua adalah merekonstruksi fondasi negara, yaitu membantu warga kalangan menengah yang tekun; mereka yang telah membangun negara ini,” ucapnya.

Dalam pidato yang sama dengan di atas, Biden keliru menyebut Barack Obama dengan Donald Trump.

Ia berkata, ”Pada tahun 2009, saat terjadinya krisis finansial besar, Presiden saat itu meminta saya untuk memanejemen sektor ini. Presiden saat itu, Trump (yang meminta saya).”

Ketika berbicara di North Carolina pada 25 Juni, Biden menyebut bahwa Corona telah merenggut nyawa warga AS lebih banyak dari korban seluruh perang yang dijalani AS pada abad ke-20. Salah satu perang yang disebutnya adalah “perang Iran-AS”, yang tidak pernah terjadi sama sekali.

Pada hari yang sama dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, ia melakukan gerakan-gerakan tak lazim. Saat menanggapi pertanyaan jurnalis tentang draf reformasi infrastruktur, ia memberikan jawabannya dengan berbisik-bisik.

Twitter pada hari berikutnya lalu dipenuhi dengan obrolan soal konferensi pers Biden itu. Netizen menyebutnya sebagai “konferensi pers menyeramkan” dan tagar #CreepyJoe (Joe yang mengerikan) menjadi tren di Twitter.

Dalam konferensi bersama dengan PM Jepang pada 17 April, Yoshihide Suga di Gedung Putih, Biden keliru menyebut singkatan kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) dengan JOPCA.

“Saya senang Iran berpartisipasi dalam perundingan terkait cara bergerak maju untuk kembali ke JOPCA agar kami bisa kembali menjadi bagian darinya,” kata Biden saat itu.

Sebelum ini, mantan dokter Gedung Putih dan anggota partai Republik dari Texas, Ronny Jackson mengabarkan dirinya tengah membagi-bagi surat di antara koleganya di Majelis Perwakilan AS. Dalam surat itu, ia meminta Biden menjalani tes agar diketahui apakah dari aspek mental ia cocok untuk mengomandani semua Angkatan Bersenjata AS atau tidak.

Dengan rangkaian kesalahan semacam ini, tak salah bila Biden pun mendapat julukan ‘Gaffe Machine.” (af/fars)

Baca Juga:

Konvoi Militer Koalisi Internasional Diserang di Irak

[Video:] Pertahanan Udara Peringatkan Drone Canggih AS Dekat Selat Hormuz

DISKUSI: