Kenapa Rudal-rudal Iran Ditakuti Musuh-musuhnya?

0
3471

LiputanIslam.com-Stasiun televisi al-Jazeera dalam laporannya membahas kemampuan rudal yang dimiliki Republik Islam Iran.

Menurut al-Jazeera, kekuatan defensif Iran sepanjang sejarah selalu berada di peringkat pertama. Ini dikarenakan kondisi geografis negara itu yang dikelilingi pegunungan.

Namun dalam perang Iran-Irak, terbukti bahwa Teheran sangat membutuhkan perimbangan preventif di hadapan musuh-musuhnya. Dalam perang ini, rudal-rudal Irak ditembakkan ke kota-kota Iran, sehingga membuat ribuan penduduknya kocar kacir. Hal ini menyebabkan rudal dalam struktur militer Iran berubah dari sebuah senjata murni menjadi sebuah metode sempurna untuk perang, yang akhinya menjadi salah satu bagian utama strategi preventif Iran.

Iran berada di sebuah kawasan yang dikelilingi para musuh dan rivalnya. Tak seperti Saudi dan Israel, Iran tidak memiliki akses untuk mendapatkan teknologi militer modern Barat. Iran juga tidak memiliki jaminan keamanan tinggi dari negara-negara lain.

Di lain pihak, populasi Iran berlimpah dan sumber-sumber pemasukannya juga relatif terbatas. Sebab itu, dibandingkan dengan Saudi yang anggaran militernya 9 kali lipat lebih banyak dari anggaran Iran, Teheran tidak begitu mampu menyiapkan anggaran di sektor militer. UEA, yang populasinya kurang lebih sepersepuluh populasi Iran, memiliki anggaran militer 50 kali lipat lebih banyak.

Dengan mempertimbangkan semua realita ini, tulis al-Jazeera, Iran mengembangkan perimbangan keamanan yang didasari prinsip preventif, sehingga mengurangi kemungkinan perang yang Iran terlibat langsung di dalamnya.

“Prevensi Iran berlandaskan tiga fondasi. Pertama, kemampuan Iran untuk mengancam jalur maritim di Selat Hormuz. Kedua, pemanfaatan milisi-milisi bersenjata yang didukungnya, seperti Hizbullah. Ketiga, menjatuhkan pukulan telak atas musuh dari jarak jauh dengan menggunakan rudal jarak dekat dan menengah,”tulis al-Jazeera.

Sebenarnya Iran telah menguji efektivitas prevensi berasaskan rudal secara tidak langsung. Pada tahun 2006, gudang rudal Hizbullah, yang dibuat dengan bantuan Iran, sanggup mendatangkan kerugian ekonomi dan politik besar atas Israel. Padahal di masa itu, rudal-rudal Hizbullah kebanyakan adalah jenis jarak pendek. Meski begitu, rudal-rudal itu membuat Israel merugi sebanyak 3,5 juta dolar. Selama perang 2006, Israel terpaksa menutup perusahaan-perusahaan, memanggil pasukan cadangan, dan meminta tambahan anggaran untuk memerangi Hizbullah.

Sekarang ini, Hizbullah memiliki gudang rudal yang isinya diduga mencapai 130 ribu buah; rudal-rudal yang akurasinya sudah ditingkatkan dan jarak jangkaunya bertambah.

Jika mau, Iran bisa saja menargetkan musuh-musuhnya di Timteng dengan rudal-rudalnya. Israel adalah pihak yang paling terancam, sebab dengan wilayah yang tak begitu luas, ia tidak memiliki kedalaman strategis yang memadai. Posisi infrastruktur utama, fasilitas minyak, listrik, air, bahkan gudang senjata kimianya bisa diketahui.

Israel memang memiliki sistem pertahanan rudal berlapis, seperti Iron Dome untuk rudal jarak pendek, David’s Sling untuk rudak jarak jauh, dan Arrow untuk rudal balistik, menengah, dan jauh. Namun, sistem-sistem ini juga memiliki keterbatasan jika jumlah rudal-rudal yang ditembakkan ke arah Israel melebihi rudal-rudal sistem pertahanan tersebut.

Sesuatu yang menyebabkan AS khawatir sejak lama adalah rudal-rudal Iran tidak lagi dibuat untuk menargetkan Israel saja. AS mencemaskan ambisi Iran untuk memiliki rudal-rudal jarak jauh dan lintas benua, yang bisa menargetkan kekuatan adidaya dunia di rumahnya sendiri.

Milisi bersenjata dan rudal adalah dua sisi koin Iran untuk perimbangan preventif yang berbiaya murah. Biaya yang dikeluarkan Iran untuk milisi dukungannya, berapa pun jumlahnya, lebih murah dari biaya kekuatan militer konvensional yang membutuhkan investasi besar, yang tidak dimiliki Iran. Selain itu, negara-negara besar dunia saat ini juga tidak membiarkan Iran mendapatkan kekuatan militer konvensional tersebut.

Rudal-rudal adalah contoh nyata prevensi militer murah Iran. Tiap dolar yang dianggarkan Iran untuk membuat rudal akan memaksa musuh-musuhnya menganggarkan ratusan juta dolar demi memiliki sistem pertahanan rudal yang mahal. Bertambahnya tiap kilometer jangkauan rudal-rudal Iran juga akan meningkatkan radius ketakutan musuh-musuhnya. Ini adalah sebuah perimbangan preventif yang memuaskan, bahkan jika Iran tidak menembakkan satu pun rudalnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Soal Serangan Rudal Iran ke Ayn al-Asad, Serdadu AS: Saya Masih Bermimpi Buruk

Iran Sukses Ujicoba Sistem Rudal Mersad-16

DISKUSI: