Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Keberadaan Kedubes AS di Tiap Negara adalah Pangkal Masalah

Published 03/07/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-“Amerika adalah negara paling aman, sebab di sana tak ada Kedubes AS.” Ini adalah ungkapan populer di Amerika Selatan, yang mungkin pernah didengar banyak orang. Ungkapan ini ada benarnya, dan menjelaskan sebuah fakta yang nyaris tak terbantahkan. Sebab itu, kita tak usah terlalu heran terhadap intervensi AS di Lebanon, sebagaimana yang dilakukannya di banyak negara.

Pertama-tama, perlu disebutkan bahwa Dorothy Shea bukan Dubes AS pertama yang memicu kontroversi di Lebanon. Sebelum dia, ada Jeffrey Feltman yang memainkan peran penting dalam proses politik dan keamanan Lebanon di jalur yang menguntungkan Washington dan Tel Aviv.

Dubes AS saat ini pun tak ada bedanya dengan Feltman. Sebelum ini, Shea adalah staf di Konsulat AS di Israel. Setelah itu, ia menjabat direktur kantor politik Kedubes AS di Tel Aviv.

Untuk memahami detail sejumlah peristiwa terbaru di Lebanon, sebaiknya kita mengkaji rangkaian kejadiannya secara berurutan.

Pergerakan AS dimulai sejak diumumkannya Pemerintahan Hassan Diab, yang disebut oleh media-media AS dan sebagian media Arab sebagai “Pemerintahan Hizbullah.” Penamaan ini juga memiliki latar belakang, untuk menjadi mukadimah bagi pembenaran sikap AS terhadap Lebanon. Seiring meningkatnya krisis ekonomi dan moneter Lebanon (yang dipengaruhi oleh peran kelompok-kelompok mencurigakan domestik dan asing), peran Shea sebagai Dubes AS pun dimulai.

Shea menuding Hizbullah sebagai penyebab krisis dan kerusuhan di Lebanon, padahal dia tahu bahwa usia Pemerintahan Diab baru 7 bulan. Shea sudah cukup disebut idiot, karena menganggap pemerintahan yang belum genap berusia satu tahun sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis ekonomi selama 28 tahun terakhir.

Statemen Shea memicu kemarahan berbagai pihak di Lebanon. Berlawanan dengan apa yang dirumorkan, kemarahan ini tidak didasari kepentingan agama atau politik tertentu.

Perjanjian Wina yang ditandatangani pada tahun 1961 telah menentukan hubungan diplomatik. Pasal Kedua menyebutkan bahwa misi seorang dubes adalah mendukung kepentingan negara penerima di sisi negara pengirim dalam batas-batas yang telah ditentukan. Pasal Keempat didasarkan pada pengenalan atas perkembangan dan peristiwa di negara penerima dengan semua solusi legal.

Shea tidak menghormati dua pasal tersebut, dan ini sudah cukup untuk menindaknya, atau paling tidak, menganggapnya tidak layak sebagai dubes. Sayangnya, Lebanon tak punya kuasa untuk melakukannya, lantaran banyaknya intervensi di struktur perpolitikan negara tersebut.

Ucapan Shea bahwa Washington mendukung Pemerintahan Lebanon minus Hizbullah, juga statemen Dubes Saudi bahwa bantuan finansial hanya akan diberikan ke Beirut dengan “syarat-syarat tertentu”, adalah dua pernyataan yang memiliki satu makna.

Mereka ingin Hizbullah disingkirkan, sebab kelompok ini adalah duri besar di tenggorokan Israel, juga bagian dari Poros Perlawanan yang membuat Washington dan Pemerintahan Trump tak bisa tidur nyenyak.

Dengan demikian, jika Amerika adalah negara paling aman karena di sana tak ada Kedubes AS, bisakah rakyat Lebanon bertanya “apakah kami berhak menutup Kedubes AS di Beirut, agar negara kami bisa aman juga?” (af/alalalam)

Baca Juga:

Hina Hakim Lebanon, Dubes AS: Vonis Ini Gila!

Tanggapan Waswas Lembaga Think Tank Israel atas Video Ancaman Hizbullah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account