Kapan Saudi akan Meresmikan Hubungan dengan Israel?

0
228

LiputanIslam.com-Seorang jurnalis bertanya kepada Donald Trump, apakah Saudi akan menyusul UEA dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Presiden AS menjawab,”Ada negara-negara, yang tak terbayangkan oleh kalian, yang akan segera bergabung dalam kesepakatan ini.”

Dengan penuh ‘percaya diri’ khasnya, Trump menambahkan,”Ketika semua bergabung, Iran juga akan bergabung!”

Pertanyaan jurnalis itu mengarah ke Saudi, namun jawaban yang diberikan Trump melenceng dan mengarah ke negara-negara lain. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa bergabungnya Saudi dengan UEA-Israel telah disepakati. Namun, pelaksanaannya ditunda hingga saat banyak negara Islam lain yang melakukannya.

Dalam jumpa pers bersama Menlu Jerman pada hari Rabu (19/8) lalu, Menlu Saudi Faisal bin Farhan menyambut keputusan normalisasi UEA. Meski ia demikian, ia berhati-hati dan mengaku bahwa negaranya “berkomitmen pada Perdamaian Arab tahun 2002.”

Makna di balik statemen propaganda menyesatkan ini adalah, jika sejumlah besar negara Arab menyambut baik tindakan UEA dan bergabung dengannya, maka itu berarti “keharusan untuk merevisi strategi negara-negara Arab di hadapan Rezim Zionis.” Dengan demikian, Riyadh tidak perlu dikecam jika ia pun menjalin hubungan dengan Tel Aviv.

Dalam situasi saat ini, para sekutu regional Saudi berada di baris pertama penyambut kesepakatan UEA-Israel. Kemarin Trump mengumumkan dirinya tengah mengkaji prospek penjualan beberapa unit jet F-35 kepada UEA. Tujuannya adalah menjustifikasi tindakan UEA, juga mendorong negara-negara lain untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Tampaknya, kunci teka-teki hubungan Saudi-Israel terletak pada dua hal, yaitu (1) bertambahnya pendukung dari Arab terhadap kesepakatan Abu Dhabi-Tel Aviv; (2) dijalinnya kesepakatan penjualan senjata baru dan “efektif dalam perimbangan kekuatan di Kawasan,” seperti jet-jet F-35; perangkat-perangkat militer yang dimiliki Israel lebih banyak dari siapa pun di Timur Tengah. (af/alalam)

Baca Juga:

Komunitas Yahudi Iran Kutuk Normalisasi Hubungan UEA- Israel

Perdana Menteri Pakistan Pastikan Tak akan Ikut Mengakui Eksistensi Israel

DISKUSI: