Jalan Terjal yang Harus Dilalui Netanyahu untuk Bisa Bertahan

0
878

LiputanIslam.com-Hitung mundur untuk pembentukan Kabinet Israel oleh Benyamin Netanyahu, yang mendapat perintah dari Presiden Israel, telah dimulai. Ini adalah misi yang sulit bagi Netanyahu, dengan melihat berbagai kasus yang menjeratnya.

Beberapa jam sebelum dibebani untuk membentuk Kabinet, Netanyahu melewati sekira 6 jam di lorong-lorong pengadilan terkait penyelidikan dakwaan atas dirinya. Dia didakwa telah menerima suap, menipu, dan melanggar kepercayaan publik. Ini adalah dakwaan-dakwaan yang bisa saja membawanya ke hotel prodeo.

Meski demikian, Netanyahu masih belum berhenti berjudi dengan masa depan politik Rezim Zionis. Oleh sebab itu, sidang atas Perdana Menteri terlama sepanjang sejarah Israel ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

Dari sisi lain, Netanyahu telah membuat Israel menanggung biaya besar alntara harus mengadakan 4 pemilu berturut-turut dalam tempo 2 tahun terakhir. Jika ia tidak berhasil membentuk Pemerintahan Aliansi, bisa dipastikan bahwa pemilu ke-5 pun akan diadakan.

Atas dasar ini, para pengamat berpendapat, tidak mustahil bahwa masa depan politik Netanyahu akan berakhir dalam waktu dekat, dengan melihat dakwaan-dakwaan atas dirinya dan gelombang unjuk rasa melawan dirinya, yang mencapai puncaknya dalam beberapa bulan terakhir. Namun para rival Netanyahu khawatir, jika ia tetap mempertahankan kekuasaan, ia akan berusaha mengesahkan UU yang memberinya kekebalan hukum di Parlemen Israel.

Netanyahu memiliki waktu 4 pekan untuk membentuk pemerintahan baru. Ini pekerjaan yang tidak mudah, mengingat sedikitnya suara yang ia peroleh dan jarak yang cukup jauuh dari batas minimal 61 kursi.

Sesuai undang-undang, jika Netanyahu di akhir 28 hari nanti tidak bisa berhasil, ia masih berkesempatan untuk mewujudkannya selama 2 pekan lagi. Namun kemungkinan keberhasilannya membentuk pemerintahan stabil amat lemah. Untuk meraih mayoritas suara di Parlemen dan membentuk pemerintahan, ia membutuhkan dukungan dari partai sayap kanan Yamina, yang dipimpin rival politiknya, dan partai Join List.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa Netanyahu akan melakukan segala cara demi membentuk pemerintahan, yang dengannya ia bisa mengesahkan UU kekebalan hukum bagi dirinya. Kalau pun ia sukses membentuk Kabinet, kecil kemungkinan Kabinet bisa bertahan di bawah perseteruan politik di Israel, sehingga pemilu ke-5 bisa saja terjadi.

Sejak tahun 1996, Netanyahu telah menjadi PM untuk 5 pemerintahan. Kabinet terakhirnya sudah bubar pada Desember 2020 lalu. Meski begitu, ia belum mengangkat bendera putih. Namun hendaknya ia jangan berharap bahwa perkembangan di Israel akan menguntungkan dirinya. Bahkan amarah publik kepada dirinya akan kian bertambah, dan kemungkinan ia harus menantikan pengadilan jenis lain atas dirinya. (af/alalam)

Baca Juga:

Setelah Diadili, Netanyahu Umbar Ancaman ke Iran

Harian Lebanon: Rusia Sebut Keberadaan Hizbullah Penting di Suriah

DISKUSI: