Setelah Diadili, Netanyahu Umbar Ancaman ke Iran

0
450

TelAviv,LiputanIslam.com-PM Israel Benyamin Netanyahu berusaha melampiaskan kemarahannya usai menjalani sidang ketiga di pengadilan dengan mengancam Iran.

Menurut laporan Jerusalem Post, Netanyahu di kota Jaffa mengatakan,”Orang-orang yang ingin mencederai kita, akan membahayakan diri mereka sendiri. Hal ini sudah terbukti di Jaffa pada tahun 1948. Hari ini juga berlaku, meski ada perbedaaan, atas Iran dan proksi-proksinya.”

Jerusalem Post menilai, statemen Netanyahu ini adalah pesan bagi AS dan negara-negara Eropa menjelang berlangsungnya pertemuan dengan Iran di Wina, sebab selama tiga bulan terakhir ini, Netanyahu berusaha keras memengaruhi keputusan Barat soal pemulihan JCPOA.

Netanyahu mengatakan bahwa di tahun 1948, Israel tidak bisa mengandalkan sekutunya, yaitu Inggris, dalam perang di Jaffa. Ia berkata,”Kita harus memiliki kemampuan untuk membela diri. Kita mengenal semua kawan kita. Namun pada akhirnya masa depan kita ditentukan oleh kekuatan kita untuk melindungi diri.”

PM Israel pada hari Senin (5/4) hadir untuk ketiga kalinya dalam sidang kasus korupsi yang menjeratnya. Dalam sidang kemarin, dia mendengarkan pernyataan para saksi yang melawannya.

Wakil Jaksa Agung Israel menyatakan, Netanyahu terlibat dalam kasus penyuapan, yang ditunjukkan oleh bukti-bukti audio dan teks.

Bersamaan dengan diadakannya sidang tersebut, sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung Pengadilan Quds dan menuntut agar Netanyahu mundur. (af/fars)

Baca Juga:

Iran Ringkus Sejumlah Agen Spionase  Asing, termasuk Israel

Mantan Pejabat Israel Sebut Iran Tak Lagi Takut Sanksi AS

DISKUSI: