Heboh Mantan Imam Masjidil Haram Mengendarai Harley-Davidson dan Berpakaian Norak

0
841

LiputanIslam.com   Sebuah video mantan Imam Masjidil Haram, Syeikh Adel al-Kalbani mengendarai sepeda motor Harley-Davidson sembari mengenakan pakaian norak ala pengendara moge itu telah menghebohkan media sosial dunia Arab.

Dalam sebuah video yang direkam oleh seorang penggemar di Snapchat, al-Kalbani terlihat duduk di atas sepeda motor Harley Davidson di pinggir jalan, dan mengenakan rompi beratribut bendera Amerika Serikat (AS) dan beberapa atribut lainnya.

Dia menyeringai dan mengacungkan dua jari tanda perdamaian setelah seorang penggemarnya yang merekam video memintanya.

Nama Adel al-Kalbani lantas menjadi trending di Twitter sejak video itu beredar di media sosial pada hari Senin (18/7), dan memicu beragam reaksi dan komentar pro dan kontra dari berbagai penjuru dunia Arab.

Sebagian pengikut Al-Kalbani tak mempermasalahkan apa yang dilakukan Al-Kalbani, dan menganggapnya perbuatan yang hukumnya mubah dan tak berdosa.

“Mengendarai motor tidak dilarang,” cuit seorang pria, di tengah kritik dari beberapa orang tentang Al-Kalbani yang tidak mengenakan pakaian tradisional.

“Apa yang salah dengan memakai pakaian modern?! Ini adalah ketekunannya, dan ini adalah kebebasannya, dan tidak ada yang akan meminta pertanggungjawabannya selain Allah. Mengapa Anda melibatkan diri dalam segala hal? ” kata pria lain sebagai tanggapan atas komentar negatif pada video tersebut.

Ada pula pengguna akun Twitter mengingatkan cuitan yang pernah diposting oleh Al-Kalbani: “Aku menjalani hidupku sebagaimana apa yang aku inginkan, bukan seperti yang mereka inginkan.”

Beberapa warganet Arab lain memperlihatkan reaksi marah karena Al-Kalbani mengenakan pakaian bergambar bendera AS dan bintang segi enam yang kerap dikaitkan dengan Bintang Daud, simbol negara Zionis Israel. Menurut mereka, perbuatan itu sangat tidak layak dilakukan oleh seorang ulama, apalagi yang hafal Al-Quran.

Keberadaan atribut bintang segi enam ditengara oleh sebagian warganet dengan memberi tanda panah yang tertuju pada bagian foto sembari menyebutkan; “Ada bintang segi enam!”

Sekelompok warganet Arab memperoloknya dengan menyatakan ; “Inilah benda paling mulia di dunia!”

Al-Kalbani sebelumnya juga telah memancing kontroversi ketika di Twitter dia memosting bait-bait syair yang memuji Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS) setelah MBS berjabat tangan dengan Presiden AS Joe Biden.

Beberapa pengguna akun Twitter membandingkan Al-Kalbani dengan beberapa ulama Saudi yang dijebloskan ke dalam penjara karena dianggap tak sejalan dengan kebijakan Kerajaan Saudi, termasuk Salman Al-Awdah, safar Al-Hawali, Awad Al-Qarni dan Salih Al-Talib. Mereka menyatakan; “Inilah para syeikh yang pantang berkompromi dalam mengamalkan agama dan menyampaikan kebenaran.”

Seorang warganet Syiah Arab pengguna akun Ailia Emami  turut berkomentar pedas dengan menggubah dan memosting bait syair berbahasa Arab yang artinya;

Dialah (Al-Kalbani) orang yang menjadi Imam Masjidil Haram karena perintah Kerajaan,

Mengafirkan para ulama Syiah di masa kawanan pembom bunuh diri karena perintah Kerajaan,

Dan menarik diri pengkafiran ini di masa keterbukaan Arab karena perintah Kerajaan.

Kerajaan pun kemudian menjadi liberal dan diapun terjun basah ke dalamnya dengan perintah Kerajaan.

Inilah hikmah para imam kita yang telah mengajarkan kepada ulama Syiah makna kemerdekaan dari para raja.

Seperti diketahui, Arab Saudi belakangan ini tampak semakin merapat dengan Israel, meski secara resmi belum menormalisasi hubungan dengan Israel, termasuk dengan membuka zona udaranya untuk maskapai penerbangan Israel.

Selain itu, Saudi juga mulai kembali didekati oleh AS melalui kunjungan Biden ke Saudi dalam safarinya ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Israel, setelah nama Saudi sempat keruh di AS akibat kasus pembunuhan wartawan asal Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tahun 2018.

Karena itu, beredarnya video Al-Kalbani tersebut tak lepas dari serangkaian sinyalemen yang diberikan oleh Riyadh selama ini dalam upaya menarik simpati Barat, terutama AS. (mm/alarabiya/raialyoum)

Baca juga:

Kedatangan Biden, Saudi Buka Zona Udaranya untuk Penerbangan Israel

Pemimpin Ansarullah: Rezim-Rezim Antek Ingin Sesatkan Umat dalam Penentuan Kawan dan Lawan

DISKUSI: