Fakhrizadeh, Cermin Perjuangan Iran Melawan Kubu Arogan Dunia

0
665

LiputanIslam.com –   Iran kembali diserang musuh-musuhnya dengan cara-cara pengecut seperti yang sudah berulang kali terjadi di negara republik Islam itu sejak sekian dekade silam. Serangan terbaru terjadi pada hari Jumat 27 November 2020 dengan korban jiwa fisikawan Prof. Dr. Mohsen Fakhrizadeh, sebagaimana ramai menjadi bahan pemberitaan dunia.

Mengapa harus sosok ilmuwan yang ditarget? Jawabannya tentu semua orang tahu bahwa serangan itu bertujuan menghadang pesatnya perkembangan Iran di bidang sains, dan karena itu pula Fakhrizadeh bukanlah ilmuwan pertama Iran yang dibidik dalam serangan berpola teror nan licik.

Sejak Iran meraih kemenangannya dalam revolusi Islam tahun 1979 telah ada sederet nama besar yang berguguran terkena serangan teror musuh-musuhnya. Nama-nama besar itu mencakup agamawan, pejabat, cendikiawan, dan ilmuwan. Mereka antara lain Morteza Mothahhari, Mohammad Ali Rajai, Mohammad Javad Bahonar, Masoud Ali Mohammadi, Majid Shahriyari, Darius Rezainejad, Mostafa Ahmadi Roushan, Reza Qashqai, dan yang terbaru adalah Mohsen Fakhrizadeh.

Tentang itu semua, cendikiawan Iran Farshad Mehdipour dalam wawancara dengan Fars News mengenai teror yang menimpa Fakhrizadeh menyinggung kegigihan negaranya sejak kemenangan revolusi Islam dalam berjuang menggalang indepensi di semua bidang, terutama sains. Dia menyebutkan bahwa di awal-awal revolusi Islam, aksi teror lebih banyak mengarah kepada pemikir dan budayawan Islam, tapi kemudian lebih mengincar para saintisnya.

“Setelah revolusi Islam berdiri solid dan terjadi kemajuan pesan di bidang sains dan teknologi, terutama teknologi nuklir, orang-orang yang menghasilkan langkah-langkah besar di bidang ini menjadi incaran teror. Dalam aksi teror terbaru, telah gugur Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan yang telah meninggikan konstruksi pemikiran dan sains masyarakat serta membaktikan ilmu pengetahuan demi kepentingan umum,” terangnya.

Menurutnya, Fakhrizadeh adalah sosok bermultitalenta yang bukan hanya menguasai sains nuklir dan pertahanan, melainkan juga menguasai ilmu filsafat Islam, serta bergerak secara terarah dan sistematis dalam berbagai displin ilmu.

Dia menambahkan bahwa musuh Iran hanya bertindak kontraproduktif ketika menghabisi Fakhrizadeh dengan tujuan menebar ketakutan di tengah para ilmuwan Iran agar mereka jera dan berhenti berbuat demi revolusi dan republik Islam.

“Mereka lupa bahwa dengan menggugurkan ilmuwan nuklir ini, ribuan ilmuwan lain justru akan terbina,” kata kepala sebuah lembaga kajian dan riset Iran tersebut.

Farshad Mehdipour kemudian menyebutkan bahwa sejak 20 tahun silam, Pemimpin Besar Iran telah menetapkan kebijakan yang jelas untuk pengembangan sains dan budaya.

“Setiap kali kita berhasil musuh selalu merasa terancam bahaya sehingga bereaksi dengan cara-cara teror maupun embargo dan tekanan. Aksi-aksi teror yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mengindikasikan bahwa kita sudah baik dalam menerapkan kebijakan Pemimpin Besar,” tuturnya.

Secara terpisah, Mehdi Jamshidi, anggota sebuah lembaga riset budaya dan pemikiran Islam Iran, mengatakan bahwa serangan teror terhadap ilmuwan Iran menjadi salah satu bukti bahwa badai sanksi dan embargo AS terhadap Iran tak mempan, selain memperlihatkan aksi kalap musuh-musuh Iran dalam berupaya menghadang menguatnya posisi dan wibawa Iran di mata dunia.

Terbunuhnya Fakhrizadeh tentu saja membangkitkan kemarahan semua orang di Iran, dan telah keluar berbagai pernyataan panas dari pemimpin besar, presiden maupun para pejabat dan petinggi militer negara ini bahwa balasan dari Iran pasti akan datang, meskipun terjadi perbedaan nada antara kalangan garis keras dan kalangan moderat.

Presiden Iran Hassan Rouhani tampak memilih bersikap moderat ketika mengatakan bahwa balasan akan datang pada saatnya yang bukan tepat, bukan ketika para Zionis Israel sedang kalut dan panik melihat perkembangan situasi dunia pasca pilpres AS dan kemudian sengaja memprovokasi Iran agar membuat situasi Timteng mendidih. Namun dia juga memastikan bahwa Iran “terlampau berani untuk tidak membiarkan kejahatan itu berlalu tanpa balasan”. (mm/fna)

Baca juga:

Mencengangkan, Begini Detik-Detik Serangan Teror yang Menggugurkan Ilmuwan Nuklir Iran

Tuding Israel, Presiden Iran Pastikan Balasan atas Darah Fisikawan Iran akan Datang

DISKUSI: