Tuding Israel, Presiden Iran Pastikan Balasan atas Darah Fisikawan Iran akan Datang

0
192

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menuding Rezim Zionis Israel berada di balik serangan teror yang menggugurkan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh.

Rouhani menyatakan bahwa Israel mendalangi aksi teror yang terjadi di daerah Damavand, provinsi Teheran, Jumat (27/11/2020), itu dengan tujuan membangkitkan kekacauan di Timteng beberapa pekan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.

Rouhani menambahkan bahwa Iran tidak akan terperangkap oleh jebakan Israel, meskipun balasan akan datang “pada saatnya yang tepat”.

“Bangsa Iran terlalu cerdas untuk dapat terperangkap dalam jebakan konspirasi yang dipasang oleh para Zionis. Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan, tapi mereka harus tahu bahwa kami telah menyingkap permainan mereka, dan mereka tidak akan pernah berhasil merealisasi tujuan-tujuan keji mereka,” ungkap Rouhani, Sabtu (28/11/2020).

Dia kemudian memperingatkan musuh-musuh Iran bahwa bangsa negara ini “terlampau berani untuk tidak membiar kejahatan itu berlalu tanpa balasan. Pada saatnya tepat mereka akan membalas kejahatan ini.”

Sementara itu, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Ismail Qaani menegaskan Iran pasti akan membalas darah fisikawan Iran yang gugur dalam serangan teror yang diduga didalangi oleh dinas rahasia Israel, Mossad, tersebut.

“Pembalasan atas darah Fakhrizadeh akan datang, dan akan terjadi dengan kekompakan pasukan Iran dengan semua institusinya,” ungkap Qaani dalam sebuah surat pernyataannya, Sabtu (28/11/2020).

Dia menyebut Fakhrizadeh sebagai pejuang yang sesua dengan ajaran Islam telah menunaikan kewajiban “memerangi monopoli sains oleh kekuatan dominan global, dan kesyahidannya telah membongkar skandal di balik klaim para pendusta mengenai pembelaan HAM, demokrasi, dan kebebasan”.

“Sekali lagi, tangan-tangan keji kaum arogan dunia, para Zionis, dan negara-negara pemelihara terorisme melalui sekelompok teroris bayaran telah menyerang seorang ilmuwan yang bertakwa dan mujahid dengan peluru Amerika,” ungkap Qaani.

Dia menegaskan bahwa kejahatan itu tak lain bertujuan menghadang perkembangan sains, kemerdekaan, dan kemandirian negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim pendamba kebebasan.

Qaani melanjutkan, “Namun demikian, pengalaman tinggi anak-anak bangsa Muslim Iran nan antusias membuktikan untuk kesekian kalinya bahwa serangan terhadap kekayaan yang paling mulia dan pembunuhan terhadap tokoh besar alih-alih dapat menghalangi pertumbuhan dan perkembangan mereka justru akan memotivasi para ilmuwan muda Iran, dan bendera yang dikibarkan oleh para syuhada yang mulia tidak pernah jatuh ke tanah.”

Sebelumnya, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa para pelaku dan orang-orang yang bertanggungjawab atas serangan teror itu harus dikejar dan diganjar hukuman berat.  (mm/alalam/raialyoum/fna)

Baca juga:

Curigai Israel, Para Jenderal Iran Bersumpah akan Membalas Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Pasca Teror atas Fakhrizadeh, Tentara AS Tingkatkan Level Kesiagaan

DISKUSI: