Beragam Spekulasi Seputar Kabar Trump Positif Covid-19

0
185

LiputanIslam.com –  Ada beragam pendapat dan spekulasi seputar kabar bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, positif virus Covid-19.

Ada yang mengatakan bahwa infeksi ini bisa menjadi petaka bagi kesempatan Trump untuk menang dalam pemilu presiden (pilpres). Sebab, dia pernah memperolok orang yang mematuhi protokol kesehatan dan mengenakan masker. Dia juga pernah meremehkan bahaya pandemi ini dan mengaku optimis dapat segera memberantasnya.

Ada pula pendapat yang menekankan bahwa terinfeksinya Trump justru dapat mengundang simpati banyak orang kepadanya di antara para konstituen pilpres sehingga elektabilitasnyapun menanjak.

Pendapat yang paling nyeleneh ialah yang menyebut Trump sebagai sosok “pembohong profesional”. Menurut pendapat ini, Trump berpura-pura terinfeksi demi mengeruk simpati dari para konstituen dan menghindari dialog panas dengan kandidat lawannya dari Demokrat, Joe Biden, yang unggul dalam dialog terbaru pada pekan lalu.

The Washington Post selama ini blak-blakan memusuhi Trump dan menyatakan bahwa kru redaksinya akan berpihak kepada Biden. Surat kabar ini mendata sebanyak 3000 kedustaan Trump, yang 1000 di antaranya terkait dengan Covid-19, termasuk 34 cuitan, pidato, dan wawancaranya yang mengatakan bahwa virus itu akan menghilang secara alamiah pada April lalu bersamaan dengan meningkatnya suhu udara, dan ternyata sejak itu jumlah kematian malah membengkak menjadi lebih dari 200,000 kasus, sementara jumlah infeksi mencapai lebih dari 7 juta kasus di AS, angka tertinggi di dunia.

Uniknya lagi, ada dua orang yang tampak paling terkejut dan cemas oleh kabar Trump positif Covid-19 serta berharap dia segera sembuh. Pertama adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, orang yang justru paling diuntungkan oleh sikap dan pendirian sembrono Trump, termasuk dalam menjadikan China sebagai musuh AS. Kedua, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu, sekutu Trump dalam kebijakan-kebijakan agresif terhadap Arab dan umat Islam, penutupan perkara Palestina, dan pemaksaan normalisasi hubungan dengan Israel.

Komentar juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal terkait kabar Trump positif Covid-19 tergolong paling berani, ketika kepada wartawan dia mengatakan, “Sudah seharusnya sekarang Presiden Trump menyadari bahwa virus ini tidak mengecualikan siapapun, termasuk orang-orang yang meragukan keberadaan dan bahayanya.”

Para konstituen AS tahu persis bahwa interaksi Trump dengan pandemi itu memalukan. Mereka tidak akan melupakan bagaimana Trump menyarankan penderita Covid-19 meminum disinfektan semisal Dettol dan mengaku menggunakan obat Chloroquine anti-malaria sebagai bentuk pencegahan, berlawanan dengan saran penasihat medis Gedung Putih sendiri.

Pada akhirnya, kalaupun Trump diharap sembuh maka dia layak diharap demikian bukan karena dia adalah sosok simpatik, melainkan supaya dapat melanjutkan sepak terjangnya dalam memperburuk citra AS, memusnahkan sisa-sisa wibawa AS, dan menggulingkan negara ini dari singgasana kepemimpinan atas dunia.

Jika harapan demikian tak terpenuhi dan pilpres AS dimenangi oleh lawannya dari Demokrat dan kemudian Trump memenuhi janjinya untuk tidak menyerahkan kekuasaannya maka jalan ceritanya akan lebih krusial dan seru lagi, yaitu pecahnya perang saudara dan remuknya imperium jahat AS. (mm/alalam)

Baca juga:

Trump Rahasiakan Dirinya Terpapar Covid-19, Media Ragukan Kebenarannya

Trump Enggan Akui Kekalahan, Akankah Pilpres AS Berujung Kericuhan?

DISKUSI: