Badut UEA Ingin Perangi Iran dan ‘Bebaskan Gaza dari Hamas’

0
1618

LiputanIslam.com-“Masyarakat internasional bersikap plin plan terkait penjagaan perdamaian global dan regional…Iran selalu melanggar hukum internasional dan merongrong kedaulatan para tetangganya.”

“Tanggung jawab (melawan) Iran bukan hanya di pundak Israel, AS, atau negara-negara Teluk (Persia) saja, tapi juga membebani masyarakat internasional. Sebab, (Iran) ini adalah ancaman global.”

Ini bukan statemen Joe Biden atau Naftali Bennett. Ucapan ini keluar dari mulut badut UEA bernama Ali Rashid al-Nuaimi, Ketua Komite Pertahanan Internal dan Hubungan Luar Negeri di Dewan Nasional Federal uEA.

Statemen di atas disampaikan al-Nuaimi dalam wawancara dengan harian ekonomi Israel, Globes.

Dalam wawancara itu, al-Nuaimi menuding masyarakat internasional memberi peluang kepada Iran untuk “tetap eksis dan menjaga kedaulatannya.” Masyarakat dunia dituduhnya tidak berjuang untuk menghancurkan Iran. Berlagak menunjukkan simpati kepada rakyat Iran, ia berkata bahwa “kita mesti mendorong rakyat Iran untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.”

Ocehan badut ini tak berhenti di situ saja. Dengan yakin ia mengklaim bahwa “UEA berkomitmen untuk melawan terorisme bersama kawan-kawannya di Kawasan dan dunia, termasuk Israel.”

“Ini bukan hanya pertempuran kalian, tapi juga untuk kita semua. Kalian telah melakukan banyak hal di balik layar. Mari kita bersekutu dan bahu membahu terjun dalam perang bersama dan menggunakan bahasa yang sama terhadap terorisme bersama,”ujarnya kepada kawan-kawan Israel-nya.

Omong kosong al-Nuaimi juga menyeret-nyeret nama Hamas. Dia menyebut Hamas “mengendalikan sistem pendidikan di Gaza dan memanfaatkannya untuk membina generasi yang didasari kebencian dan perjuangan sia-sia, alih-alih mendorong masyarakat ke masa depan yang lebih baik.”

Sebelum ini di bulan Agustus, dalam wawancara dengan Israel Hayom, al-Nuaimi mengajak Israel untuk “membebaskan Gaza dari Hamas.”

Terkait Perang Pedang al-Quds, al-Nuaimi pernah membuat tulisan yang dipublikasikan majalah Newsweek. Dalam tulisannya, ia menyatakan,”Kita harus melawan perang propaganda yang di situ Israel telah menderita kekalahan. Kita mendengar ‘versi-versi keliru’ yang bersumber bukan hanya dari Timteng, tapi juga dari Barat.”

“Salah satu kesalahan yang berulangkali dilakukan media adalah menyebut Israel sebagai penjajah Gaza, padahal faktanya bukan itu. Gaza berada di bawah kendali Hamas dan kesengsaraan bangsa Palestina di Gaza bukan karena Israel (!). Sudah tiba waktunya untuk membebaskan Gaza,”tulis al-Nuaimi.

Saat Rezim Zionis melancarkan agresi baru-baru ini ke Gaza, netizen UEA mengutuk Israel melalui media-media sosial. Al-Nuaimi berusaha menjustifikasinya dengan mengatakan,”Di kalangan orang-orang Israel juga ada pihak-pihak yang tidak menyetujui perang. Namun ini tidak berarti mereka mendukung Hamas.”

Mungkin pembaca berharap kami akan merespons ocehan badut UEA ini. Namun kami cukup dengan mengutip statemen-statemenya, tanpa perlu menjawabnya. Sebab, pernyataan al-Nuami sendiri adalah bukti terkuat untuk kehinaan dirinya dan majikannya Bin Zayed. (af/alalam)

Baca Juga:

Dikunjungi Menlu Israel, Bahrain Disebut Iran Pengkhianat Palestina

Hamas Sebut Perang vs Israel Berikutnya akan Terjadi di Tepi Barat

DISKUSI: