Arab Teluk dan Para Pejuang Palestina Dalam Sorotan Mata Elang Menteri Intelijen Israel

0
129

LiputanIslam.com – Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menyatakan pihaknya meyakini bahwa pendekatan hubungan negara Zionis ini dengan dunia Arab akan terus menguat kuat dengan alasan bahwa persoalan Timur Tengah terus mengerucut pada apa yang disebutnya ancaman negara Republik Islam Iran.

Dalam wawancara dengan saluran i24news , Cohen yang juga pernah menjabat menteri ekonomi dan industri di masa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menambahkan bahwa banyak negara Arab tertarik kepada keterdepanan dan inovasi Israel di bidang teknologi tinggi.

Dia menjelaskan bahwa perkembangan ini terjadi terutama ketika signifikansi minyak dan gas menyusut, sementara signifikansi teknologi meningkat, sehingga Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara lain tertarik untuk bekerjasama dengan Israel, dan ini lantas menjadi kepentingan kolektif.

Belakangan ini terjadi pertumbuhan pesat dalam hubungan antara Israel dan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia, seperti terlihat antara lain dari kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Oman. Di negara kesultanan itu dia mengadakan pertemuan dengan Sultan Qaboos bin Said dan para pejabat Oman lainnya.

Kemudian, Rabi Amerika terkemuka Marc Schneier berharap Bahrain dapat menjadi lokomotif normalisasi hubungan negara-negara Arab Teluk dengan Israel. Menurut surat kabar Israel Jerusalem Post, Schneier menyebutkan adanya sikap positif Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa mengenai hubungan Arab dengan Israel.

Sementara itu, perusahaan penyiaran semi-resmi Israel KAN, atau saluran pertama TV Israel, belum lama ini menjadi tuan rumah sebuah acara talk show yang menghadirkan menteri Israel dari partai Likud tersebut sebagai narasumber diskusi mengenai perkembangan terbaru seputar konfrontasi Israel dengan faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza.

Pada kesempatan itu dia  menyiratkan pengakuan Israel atas kemampuan para pejuang Palestina melawan pasukan Zionis yang selama ini disebut-sebut sebagai salah satu pasukan paling tangguh di dunia.

Saat menanggapi pertanyaan Diretur Utama Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS) Udi Dekel, Cohen memastikan daya pencegahan Israel terkikis parah oleh kemampuan para pejuang Palestina. Dia menyebutkan bahwa peluncuran sekitar 500 roket pejuang Palestina ke wilayah selatan Israel dalam satu kurun waktu tertentu merupakan satu bukti nyata bahwa daya pencegahan Israel sudah kadaluarsa.

Selanjutnya, ketika ditanya tentang solusi yang dia usulkan untuk memulihkan daya pencegahan Israel terhadap perlawanan Palestina di Jalur Gaza, dia mengatakan bahwa solusinya yang terbaik adalah menghabisi semua pemimpin Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza dan menghancurkan bangunan-bangunan yang menjadi tempat tinggal mereka. Menurutnya, operasi serangan yang terfokus sedemikian rupa akan menimbulkan efek jera bagi para pemimpin Hamas.

Jurnalis militer KAN Carmela Menashe yang ikut serta dalam talk show tersebut lantas menyoal opsi penghancuran bangunan tersebut, mengingat di bangunan itu banyak anak kecil dan orang-orang lain yang tak berdosa.

Menghadapi pertanyaan ini, Cohen bersembunyi di balik klaimnya bahwa Israel bukan saja memiliki kekuatan militer yang tangguh, melainkan juga mempunyai perangkat intelijen terkuat di dunia yang memungkinkan rezim Zionis untuk membunuhi para pemimpin Hamas tanpa perlu mengorbankan anak-anak kecil dan warga sipil lainnya.

Seakan tak banyak anak kecil Palestina yang menjadi korban berbagai aksi militer Israel selama ini, Cohen menekankan bahwa pemerintah Israel harus segera kembali menggulirkan misi pembunuhan secara terfokus. Dia menyoal, “Kapan negara Ibrani ini menerapkan pembunuhan secara terfokus? Sudah terlalu lama Tel Aviv menahan diri dari aksi yang akan berdampak positif bagi keamanan nasional negara Ibrani ini.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Konflik di Israel, Netanyahu Tuding Kepala Shin Bet Berniat Gulingkan Dirinya

Bantah Ada Bocoran Informasi, IRGC Bersumpah akan Terus Berjuang Menuju Kemusnahan Israel

DISKUSI: