Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Saatnya Menggalang Relawan Solidaritas Palestina

Published 24/07/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Demo Dukung Palestina di London
Demo Dukung Palestina di London

Otong Sulaeman

Pasangan Jokowi-JK secara resmi telah dinyatakan KPU sebagai presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia 2014-2019. Keberhasilan Jokowi-JK diwarnai sejumlah fenomena menarik, di antaranya adalah munculnya tim relawan Jokowi. Seperti yang disampaikan Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, para relawan Jokowi yang tersebar di seluruh Indonesia adalah sebuah fenomena baru di Indonesia. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan tanpa menuntut bayaran.

Anies menyatakan bahwa kemunculan relawan ini menandai era kebangkitan politik baru, di mana masyarakat non-parpol mau terlibat di dalam proses politik. Mereka tidak mau lagi sekedar menjadi pemilih, melainkan juga terlibat dan bergerak memperjuangkannya.

Dalam pidato kemenangan yang disampaikan sekitar sejam setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres, Jokowi juga menyinggung secara khusus kemunculan kelompok relawan ini. Ia menilai bahwa pilpres kali ini memunculkan optimisme baru bagi bangsa ini Indonesia. Ia melihat kembali hidupnya semangat kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.

Semangat gotong royong itulah yang menurutnya akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, lokus dari peradaban besar politik masa depan.

Inilah yang kemudian membawa kita kepada masalah Palestina. Salah satu cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia, sebagaimana yang tercantum pada pembukaan UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Untuk itu, Indonesia bercita-cita menjadi bangsa yang terlibat aktif dalam setiap upaya penghapusan penjajahan di kawasan manapun.

Palestina, bangsa yang dulunya pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, justru sudah lama kehilangan kemerdekaan akibat penjajahan Israel. Tentu upaya berbagai elemen bangsa dalam ikut mengupayakan kemerdekaan Palestina itu sudah banyak dilakukan. Hanya saja, kelihatannya upaya tersebut masih jauh dari maksimal.

Kita selama ini hanya menunjukkan solidaritas pada tataran prosedural. Yang terjadi hanyalah upaya diplomatik dari pihak pemerintah. Itu pun dengan daya gerak yang sangat terbatas dan formalistik. Bahkan dalam gerakan diplomatik formal ini, sempat terjadi wacana mengupayakan terjalinnya hubungan diplomatik dengan Israel dengan dalih agar bisa ikut memediasi konflik.

Sementara itu, gerakan solidaritas dari rakyat sipil sejauh ini masih sangat parsial dan insidental. Sangat tidak cukup untuk bisa menjadi gerakan besar yang mempengaruhi proses politik demi kemenangan Palestina. Fenomena gerakan Relawan Jokowi ini mestinya memberi inspirasi bahwa kita sebenarnya bisa menciptakan gelombang yang sama. Bila di negeri-negeri Barat gelombang demonstrasi mendukung Palestina bisa sedemikian masif, mengapa di Indonesia tidak bisa? Upaya-upaya gerakan dukung Palestina bisa menggunakan cara-cara yang dipakai relawan selama ini: memaksimalkan jejaring sosial, membuat film pendek kreatif, pentas seni, poster, komik, dan sebagainya. Tentu saja, isu yang diangkat haruslah isu kemanusiaan dan kehendak menegakkan keadilan. Bilapun menyentuh isu agama, hendaknya bijaksana, jangan mengumbar kebencian di antara sesama saudara sebangsa.

Pada Jumat, 25 Juli 2014 (besok), para pencinta keadilan sedunia diseru untuk secara bersama-sama meneriakkan solidaritas buat bangsa Palestina dalam rangka “Hari Internasional Al-Quds”. Inilah momen untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan langkah bersama; langkah yang besar dan akan mengubah nasib bangsa Palestina. Mari kita langkahkan kaki, bergabung bersama lautan manusia di seluruh dunia, menyerukan dihentikannya penjajahan terhadap Palestina. (Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account