Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

Published 09/03/2023 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Dalam ilmu logika, delusi (wahm) bermakna keyakinan akan sesuatu, padahal probablitasnya sangat rendah. Contoh delusi adalah: jenazah yang sudah dinyatakan secara medis sudah mati akan hidup lagi. Atau, kalau kita saat ini keluar rumah dan menyeberangi jalan di kompleks rumah kita, maka kita akan tertabrak kendaraan.

Bahwa ada kejadian di mana jenazah manusia bisa hidup lagi (fenomena mati suri), itu memang sebuah kenyataan. Demikian juga bahwa ada orang yang tertabrak di jalanan kompleks perumahan, itu juga sebuah fakta. Akan tetapi, jika peristiwa yang probabilitasnya kecil itu kemudian menjadi keyakinan dan landasan untuk bertindak, maka itu menjadi kekonyolan. Misalnya, gara-gara takut mayat hidup lagi, kita jadi enggan mengurus jenazah. Atau, gara-gara takut tertabrak kendaraan, kita enggan keluar rumah.

Delusi, sekali lagi, adalah kekonyolan. Anehnya, dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita yang terjebak dalam pemikiran delutif. Berpikir bahwa Zionis Israel bisa diajak berdamai adalah contoh dari delusi. Kenapa? Paling tidak, ada dua alasan untuk menunjukkan bahwa berdamai dengan Zionis Israel adalah delusi. Pertama, Zionis adalah penjajah dengan ambisi menguasai bentangan kawasan dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Irak. Mereka menyebut bentangan kawasan itu sebagai The Promissed Land, Tanah yang Dijanjikan. Hingga kini, tekad itu tak pernah mereka koreksi. Dengan demikian, berdamai dengan Israel bermakna berdamai dengan penjajah yang ambisius; penjajah yang tak merasa bersalah atas tindakannnya, serta terus berupaya untuk memperluas kawasan jajahannya itu.

Kawasan Palestina yang sekarang ini diduduki Israel hanyalah starting point untuk kemudian mereka akan meluaskan kawasan pendudukannya itu ke segala penjuru mata angin. Dalam peta Israel Raya yang menjadi dasar gagasan pembentukan Zionisme itu, kota suci Madinah Al-Munawwarah pun masuk ke dalam wilayah yang harus dikuasai Zionis Israel.

Kita bisa membandingkan dengan kasus Zionis-Palestina ini dengan kasus penjajahan Belanda atas Bumi Pertiwi, Indonesia. Kita bisa berdamai dengan Belanda ketika mereka akhirnya bersedia meninggalkan Indonesia. Artinya, perdamaian hanya akan bisa diwujudkan ketika penjajahan diakhiri. Seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, dikatakan bahwa perdamaian abadi hanya akan bisa diraih kalau pada saat yang sama, penjajahan diakhiri, bangsa yang terjajah memperoleh kemerdekaannya, serta ditegakkannya keadilan sosial. Maka, berdamai dengan Israel dalam kondisi negara ilegal itu masih enggan untuk melepaskan penjajahannya (malah mereka berambisi memperluas kawasan koloninya), adalah sebuah delusi yang nyaris meyentuh tingkat kemustahilan secara rasional.

Alasan kedua, mengapa berdamai dengan Israel adala delusi, terkait dengan pengalaman kekerasan yang dipraktekkan Zionis Israel yang sudah berlangsung bertahun-tahun serta masih terus terjadi hingga kini. Seperti yang kita ketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini, kawasan-kawasan Palestina terus membara. Jenin dan Nablus di Tepi Barat, serta kawasan Gaza, terus dibombardir oleh serdadu Zionis Israel. Dalam logika penjajah Zionis, berdamai adalah jeda sejenak sebelum akhirnya melakukan serangkaian kekerasan lagi, dalam rangka meluaskan area permukiman Yahudi. Ini jelas bukan perdamaian yang bisa diterima oleh akal yang sehat, dan perdamaian semacam ini tak lebih dari tipu daya dalam rangka melanggengkan penjajahan.

Maka, sekali lagi, berdamai dengan Zionis Israel, selama rezim ini masih bertahan dengan intensitas kolonialisme, serta terus menerus menjadikan isu perdamaian sebagai trik penjajahan, adalah sebuah delusi konyol. Siapapun yang mempercayainya, ia telah mengkhianati akal dan hatinya; dan ia terlalu bodoh untuk melihat fakta demi fakta tentang kelicikan dan kekecaman Zionis Israel. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account