Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Risma Versus Dolly

Published 14/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Gang Dolly (foto:latitudes.nu)
Gang Dolly (foto:latitudes.nu)

Otong Sulaeman

Gang Dolly sudah lama jadi kontroversi. Sejak lama orang-orang merasa gerah dengan keberadaannya. Bagaimana tidak, Dolly adalah kawasan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara. Di satu kawasan itu, terdapat sekitar 400 wisma (rumah yang menyediakan pelayanan seks), dengan jumlah PSK mencapai 1.025 orang. Dalam sehari, uang yang berputar mencapai kisaran 400 juta rupiah.

Kawasan tersebut terletak di ibukota sebuah provinsi yang dikenal sebagai basis kaum santri di Indonesia. Tapi, mereka yang gerah itu selalu terpental oleh kokohnya benteng yang melindungi kepentingan Dolly. Bahkan seorang Bu Risma (Walikota Surabaya) yang dikenal tegas dan galak pun sempat dibuat grogi.

Lalu, apa yang menyebabkan Bu Risma akhirnya mantap memutuskan penutupan Dolly? Dalam wawancaranya di Mata Najwa (Metro TV), ketetapan hati tersebut dipicu oleh penemuan yang sangat mengejutkan sekaligus menyayat hati. Bu Risma menemukan ada seorang PSK berusia 60 tahun yang masih terus menjalankan profesinya. 60 tahun? Masih beroperasi? Ya, dan karena sudah tua itu, pelanggannya jelas bukan dari kalangan usia normal. Para pelanggannya anak-anak usia SD/SMP yang hanya mampu membayar seribu atau dua ribu rupiah.

Fakta ini dipandang dengan cara yang berbeda oleh Bu Risma. Jika faktanya ada orang yang terus melacur sampai tua, dengan bayaran yang sangat sedikit, itu menunjukkan bahwa pelacuran sama sekali tidak bisa diandalkan untuk mengentaskan para pelacur dari kemiskinan. Mereka tetap melacur dan tetap miskin sampai tua. Jika demikian, dalam logika Bu Risma, kenapa mereka tidak ‘dipaksa’ untuk beralih profesi mengerjakan hal yang produktif dan halal?

Kasus Dolly dan ‘penemuan’ Bu Risma bahwa ekonomi adalah alasan absurd bagi legalisasi segala macam pelacuran sebenarnya sudah lama ditegaskan oleh Al Quran. Di dalam surah Al Baqarah 268, Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya, setan meniupkan ilusi kemiskinan manakala manusia digiring melakukan dosa yang keji (Asy-Syaithanu ya’idukum bil-faqri wa ya`murukum bil-fahsyaa`). Terlihat dengan jelas bahwa kasus lokalisasi pelacuran adalah perangkap setan, sosok makhluk yang pada dasarnya adalah musuh nyata manusia.

Karena itu, kita semua perlu mendukung Risma. Dan kepada siapapun yang terkait dengan dunia keji ini, tinggalkan segera. Lanjutan kalimat dari ayat di atas sangat relevan untuk direnungkan dalam kasus Dolly ini. Tinggalkan dunia hitam, dan kembali ke jalan yang benar. Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya (wallahu ya’idukum maghfiratan minhu wa fadhlan). Allah pasti akan membuka pintu-pintu rezeki-Nya kepada siapapun yang ingin menjalani kehidupan secara benar. Dan innallah waasi’un ‘aliim, Allah adalah Zat yang Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account