Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Rapuhnya Persatuan Muslim

Published 21/04/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

lautOtong Sulaeman

Editorial-LiputanIslam.com–Ada dua peristiwa menarik yang terjadi pekan lalu, yaitu kemenangan hafidz cilik asal Indonesia, Musa, dalam kompetisi hafalan Quran di Sharm el Sheikh, Mesir, dan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT OKI) ke-13 di Istanbul, Turki. Kemenangan Musa, tak perlu disangsikan lagi, adalah kebanggan buat bangsa Indonesia. Namun, bukan Musa yang ingin kami bahas dalam editorial kali ini, tapi mengenai kompetisi tersebut. Ternyata, kompetisi yang diadakan oleh Kementerian Wakaf Mesir itu tidak mengundang tiga negara: Iran, Turki, dan Qatar. Alasannya, seperti dilansir situs iqna.ir, adalah alasan politik.

Sementara itu, di KTT OKI, Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, dalam serah terima jabatan ketua periodik OKI dari Mesir kepada Turki, menolak berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan maupun dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Shoukry langsung turun dari panggung segera setelah menyerahkan jabatan ketua kepada pejabat Turki, tanpa berjabat tangan dengan Erdogan dan Cavusoglu.

Erdogan pun juga enggan berjabat tangan dengan Shoukry. Sebab, setelah Shoukry turun meninggalkan podium usai menyampaikan pidatonya selaku ketua periodik OKI sebelumnya, Erdogan naik ke panggung dari arah lain sehingga menimbulkan kesan bahwa dia sengaja memilih arah itu demi menghindari jabat tangan dengan Shoukry.

Kedua kejadian ini merupakan contoh kecil betapa persatuan di antara negara-negara Islam sangat lemah. Bahkan dalam sebuah kompetisi Quran (kitab suci satu-satunya bagi seluruh muslim sedunia), masih ada penjegalan. Bahkan dalam ‘organisasi kerjasama’ (OKI) masih ada permusuhan.

Lebih absurd lagi, KTT OKI di Istanbul justru mengeluarkan pernyataan mengecam aksi Hizbullah yang menurut mereka “mendukung terorisme dan menyebabkan ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah”. Ini tentu pernyataan menggelikan. Siapakah yang sebenarnya teroris? Bukankah yang sudah menimbulkan kerusakan maha dahsyat di Suriah dan Irak adalah ISIS dan Al Qaeda (dan kelompok-kelompok teroris dengan berbagai nama lain). Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa kelompok-kelompok teroris itu didanai oleh Turki, Arab Saudi, Qatar, dan beberapa negara Arab lainnya. Mengapa Hizbullah yang berjuang menahan masuknya para teroris ke dalam wilayah Lebanon (dan melawan agresi Israel), yang disebut teroris? Mengapa negara-negara Arab (dan Turki) justru mengarahkan permusuhan dan perang kepada negara sesama muslim, bukannya kepada Israel, yang jelas-jelas menjajah Palestina dan penyebab utama konflik Timur Tengah?

Kondisi umat Islam saat ini persis seperti yang diprediksikan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”

Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?”

Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”

Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”

Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account