Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Politisasi yang Menjadi Parasit

Published 08/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

politikingOtong Sulaeman

Berpolitik adalah sebuah kemestian, apalagi bagi sebuah negara demokratis. Proses pembentukan alat kelengkapan kenegaraan mau tidak mau harus melalui proses politik. Tak mungkin ada presiden sebagai pucuk lembaga eksekutif jika tidak ada proses politik. Demikian juga dengan lembaga legislatif, yudikatif, dan seluruh organ di bawah lembaga-lembaga tersebut.

Pada proses ini, segala hal yang terkait dengan upaya untuk merebut kekuasaan dan posisi memang sah dilakukan. Di sinilah ajang untuk bersaing dan berupaya mengalahkan rival politik. Anda boleh memoles diri dan melakukan upaya pencitraan positif bagi diri Anda, bagi partai Anda, atau bagi kandidat jagoan Anda. Di sisi lain, sampai batas-batas, Anda boleh mengungkap kelemahan lawan-lawan Anda.

Hanya saja, patut dicatat bahwa proses politik tersebut mestinya berhenti pada tugas utamanya, yaitu terbentuknya organ-organ pemerintahan. Setelah itu, proses politik mestinya berhenti. Watak politik yang dinamis dan penuh ketidakpastian mestinya tidak ikut terus menyertai proses kenegaraan selanjutnya, yaitu pembangunan negara. Jika tidak, politik akan menjadi parasit yang membuat tersendatnya program-program pembangunan. Ujung-ujungnya, rakyat lagi yang akan dirugikan.

Sayangnya, situasi seperti inilah yang sedang kita saksikan di negara kita. Proses politik di tingkat nasional terus-menerus terjadi, padahal segala macam alat kelengkapan negara sudah terbentuk. Proses politik terus menghantui berbagai macam peristiwa nasional. Aroma politisasi yang motivasinya adalah perburuan kekuasaan, penjegalan kekuasaan, dan upaya mempertahankan posisi, sangat menyengat dalam hampir setiap peristiwa bangsa.

Mengapa ini sampai bisa terjadi? Tentu pertama-tama kita harus melihat sistem atau format politik negara kita yang agaknya memberi ruang cukup terbuka bagi terjadinya politisasi seperti itu. Contohnya adalah DPR sebagai lembaga yang memiliki fungsi kontrol dan fungsi anggaran (selain fungsi utamanya, yaitu legislasi). Fungsi ini jelas mendorong para politisi di Senayan untuk terus “bermain politik”.

Kemudian, hal lain yang menyebabkan situasi ini masih terus berlangsung adalah kualitas orang-orang yang “manggung” di pentas nasional yang masih terjebak dalam status sebagai “politisi”. Sebagai politisi, orientasi dari segala langkah mereka adalah kepentingan partai, bahkan mungkin kepentingan pribadi. Sebagai politisi, kesuksesan mereka diukur dari sejauh mana mampu berdebat dalam rangka mengamankan kepentingan partai dan golongan. Sebagai politisi, mereka disebut berhasil jika mampu menempati posisi atau jabatan tertentu.

Inilah realitas kehidupan bernegara kita saat ini. Dan rakyat hanya bisa bisa mengurut dada. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account