Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Pilkada, Koalisi Pragmatis, dan Pertanggungjawaban Moral

Published 28/07/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

pilkadaOtong Sulaeman

Hari-hari ini, atmosfer perpolitikan nasional sedang hangat membincangkan soal pemilu kepala daerah (pilkada). Hari “H” pilkada memang masih beberapa bulan lagi, tepatnya tanggal 9 Desember nanti. Akan tetapi, tanggal 28 Juli adalah hari terakhir pendaftaran pasangan calon. Dengan demikian, masyarakat akan segera tahu, siapa saja pasangan bakal calon yang akan berlaga di pilkada nanti.

Menarik untuk diperhatikan bahwa sejauh ini, para pasangan calon yang sudah mendaftar ternyata umumnya didukung oleh sejumlah partai “gado-gado”. Sama seperti pilkada-pilkada sebelumnya, dan juga seperti yang terjadi pada pilpres tahun lalu, tidak ada koalisi yang dibangun atas dasar ideologi partai ataupun ideologi basis massa. Tidak ada ada koalisi antar partai agamis atau antar partai nasionalis. Bahkan tidak ada juga koalisi di antara partai di KIH (Koalisi Indonesia Hebat) ataupun Koalisi Merah Putih (KMP).

Para anggota KMP (koalisi partai pendukung Prabowo – Hatta dalam pilpres tahun lalu) yang selama ini dikenal sangat solid dan sempat berikrar untuk membangun koalisi permanen dari pusat hingga daerah, pada kenyataannya satu sama lain saling bersaing. Hal yang sama juga terjadi pada “lawannya”, yaitu KIH. Dalam konteks kontestansi di pilkada saat ini, masing-masing partai membangun koalisi dengan partai manapun, tanpa mempedulikan apakah ia berasal dari KIH, KMP, atau partai yang menyatakan diri sebagai penyeimbang, yaitu Partai Demokrat.

Tentu setiap partai punya hak politik untuk berkoalisi dengan partai manapun. Setiap partai juga berhak untuk meninggalkan kesepakatan politik apapun yang pernah dibuat dengan partai-partai lainnya. Tokh dalam dunia politik, semua faksi menyetujui adagium kuno ini: tak ada lawan dan kawan yang abadi. Yang ada adalah kepentingan abadi. Jadi, tak ada partai manapun di dalam pilkada ini yang merasa dikhianati manakala ada “partai sekoalisi” yang kemudian malah menjadi rival politik. Juga ada tak ada politisi partai yang merasa risih karena harus bahu-membahu berjuang bersama politisi partai lain, meskipun di dalam pilpres tahun lalu, keduanya pernah saling menghujat.

Yang kasihan adalah massa pendukung fanatik. Emosi mereka sempat diaduk-aduk selama pilpres tahun lalu. Banyak persahabatan atau pertemanan menjadi hancur gara-gara fanatisme kelompok. Satu sama lain saling membenci; kebencian yang ditanamkan para juru kampanye partai dukungannya. Hingga kini, kebencian tersebut masih menyala-nyala. Padahal, para juru kampanye yang dulu menggelorakan kebencian itu, sekarang malah sudah saling saling sapa dan bahkan sedang berjuang bersama-sama.

Fenomena porak-porandanya koalisi pilpres (atau mereka mengistilahkannya “mencairnya” koalisi) pada pilkada ini mestinya menjadi pelajaran bagi bangsa ini agar tak mudah jatuh ke dalam kebencian dan fanatisme buta. Di sisi lain, tentu kita berharap agar para politisi kita ini jangan dengan mudahnya mempermainkan emosi rakyat. Kalau ada silaturahmi rakyat yang terputus gara-gara agitasi kebencian yang Anda kobarkan, jelas Anda harus mempertanggungjawabkannya kelak di hadapan Tuhan. Jika Anda seorang Muslim, ketahuilah bahwa seorang pemutus silaturahim akan dikutuk dan disiksa di tempat terburuk (Ar-Ra’d: 23). Wallahu a’lam. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account