Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Pertaruhan Kehormatan Bangsa

Published 06/03/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

indo-ausieOtong Sulaeman

Rencana eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba yang berasal dari Australia memasuki masa-masa krusial. Berbagai pernyataan dan tindakan pemerintah Australia dalam menyikapi kasus ini berbuah balasan reaksi keras, terutama dari kalangan aktivis Indonesia. Kecaman balik, olok-olok di medsos, hingga pengumpulan koin untuk Australia, adalah di antara reaksi yang bisa kita lihat dalam beberapa hari terakhir ini. Bagi kalangan aktivis, sikap dan pernyataan pemerintah Australia itu hanya bisa ditafsirkan sebagai bentuk intervensi dan perendahan atas kedaulatan bangsa Indonesia.

Berdasarkan literatur politik internasional, sikap Australia itu memang jauh dari proporsional. Australia tentu berhak menghapus vonis mati dalam sistem peradilan mereka. Akan tetapi, tentu saja sistem hukum mereka tersebut tidak bisa dipaksakan kepada sistem hukum yang ada di Indonesia, meskipun yang menjadi korbannya adalah warga negara Australia. Pernyataan ketidaksetujuan terhadap sistem peradilan di Indonesia yang disertai dengan kecaman, apalagi ancaman, tentu merupakan intervensi bahkan pelecehan terhadap kedaulatan hukum bangsa ini.

Apalagi Australia juga sejauh ini menunjukkan inkonsistensi pandangan dalam hal pemberlakuan hukuman mati di Indonesia. Kita tentu tidak lupa kasus bom Bali tahun 2002 lalu yang menewaskan sejumlah pelancong Australia. Ketika para pelaku bom Bali akhirnya dijatuhi hukuman mati, Australia sama sekali tidak menunjukkan reaksi negatifnya. Bahkan, ketika eksekusi hukuman mati dilaksanakan, Australia berkomentar, “The justice has been done”.

Apa artinya ini? Ini artinya, bagi Australia, yang penting adalah siapa yang menjadi korban, bukan sistem peradilannya sendiri. Jika korbannya warga Australia dan pelaku kejahatannya adalah orang Indonesia, hukuman mati adalah hal yang paling pantas diberlakukan. Sebaliknya, ketika korbannya adalah orang Indonesia (ingat, kejahatan narkoba telah menghancurkan kehidupan anak-anak bangsa ini), dan pelakunya adalah orang Australia, maka hukuman mati menjadi barang najis yang menjijikkan. Dengan kata lain, harga nyawa terpidana mati orang Australia jauh lebih berharga dibandingkan dengan orang Indonesia.

Inkonsistensi sikap Australia ini juga jelas terlihat dari tidak pernah munculnya kecaman terhadap pemberlakuan hukuman mati di negara-negara lain yang notabene juga memberlakukan hukuman mati, semisal Amerika Serikat, Malaysia, atau Singapura. Tak pernah ada kecaman apapun yang muncul dari Australia terhadap negara-negara tersebut. Lalu, mengapa Indonesia dikecualikan? Apakah perbedaan sikap ini disebabkan oleh pandangan merendahkan Australia terhadap Indonesia? Apakah sikap tersebut muncul karena Indonesia selama ini selalu menunjukkan “kesantunan” meskipun dikasari dan dikhianati?

Mayoritas penduduk Indonesia adalah ummat Islam. Sama seperti agama-agama lainnya di negeri ini, Islam juga sangat menekankan pentingnya menjaga harga diri dan kehormatan bangsa. Islam juga agama yang mengajarkan egalitarianisme dan keadilan. Seperti yang juga disampaikan oleh para ulama dari dua ormas terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah, ajaran Islam yang hakiki merekomendasikan untuk tetap konsisten dengan kedaulatan hukum negeri ini, dan melawan campur tangan pihak asing manapun. Kedua lembaga mendorong agar eksekusi mati tetap dilaksanakan.

Ummat Islam di Indonesia tentu mendukung sikap pemerintah dalam eksekusi terhadap para terpidana mati ini. Selain karena memang diyakini akan menimbulkan efek jera bagi calon pelaku kejahatan narkoba lainnya, juga karena masalah ini sudah menyangkut urusan ‘izzah (kehormatan) bangsa Indonesia. (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account