Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Editorial

Pengabaian Norma dalam Dunia Politik

Published 12/06/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

akhlakOtong Sulaeman

Membicarakan etika, norma, dan akhlak dalam urusan politik tampaknya seperti mengada-ada. Tidak ada ruang sedikitpun untuk membicarakan etika dan sopan santun kalau sudah masuk ke ranah politik. Sampai batas-batas tertentu, berpolitik bahkan menjelma menjadi seni menemukan cara-cara licik untuk menggapai kekuasaan. Orang yang berakhlak hampir pasti tak akan sukses menggapai tujuan-tujuan politis.

Padahal, bangsa Indonesia adalah orang-orang yang beragama. Di sisi lain, setiap agama pastilah memiliki tiga pilar ini: dogma (aqidah), ritus (fiqih), dan norma (akhlaq). Ketiganya menjadi kaki-kaki dari limas segitiga bangunan agama. Pengabaian salah satunya akan meruntuhkan bangunan agama secara keseluruhan.

Islam jelas sekali menempatkan akhlak pada kedudukan yang sangat primer. Al-Quran mengatakan bahwa shalat yang dilakukan oleh seseorang justru akan menyeretnya ke jurang neraka (fa wailun lil-mushalliin), jika shalatnya tersebut tidak didasari niat yang baik; yaitu jika shalatnya ditempatkan sebagai prioritas yang kesekian (alladziina hum ‘an shalaatihim saahuun), dan jika shalatnya itu dilakukan dalam rangka memikat perhatian manusia (alladziina hum yuraa`uun).

Akhlak juga disabdakan Baginda Nabi SAW sebagai target point pengembanan risalahnya (innamaa bu’itstu li utammima makaraarimal-akhlaaq). Sementara itu, Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Tak ada akal bagi yang tidak punya adab” (laa aqla liman laa adaba lahu). Dan di tempat yang lain, Imam Ali juga menyatakan bahwa hanya orang berakal yang mampu beragama secara benar (laa diina liman laa aqla lahu). Maka, dalam pandangan beliau, akhlak dan kesopanan menjadi tolok ukur tingkat agama seseorang. Tidak mungkin seseorang disebut beragama jika ia tidak berakhlak.

Sekarang, kita perhatikan urusan akhlak dan etika ini dalam kehidupan politik kita. Perhatikanlah bagaimana urusan ini dicampakkan ke sudut paling gelap, seakan barang najis yang tak layak untuk diperhatikan.

Di hari-hari ini, tiada menit yang berlalu kecuali kita temukan berita tentang kata-kata penilaian dari para politisi yang melabrak pilar-pilar akhlak. Ada yang membicarakan kejelekan (ghibah), merendahkan (taskhir), membanggakan diri (takabbur), menguliti kekurangan orang lain (tajassus), berbohong (kidzb), mengadu domba (namimah), hingga menyebarkan hal-hal yang tidak faktual (fitnah).

Padahal, Islam mengajarkan betapa sangat beratnya akibat yang akan diterima oleh orang-orang yang abai terhadap urusan akhlak di atas. Satu contoh saja: ghibah. Membicarakan keburukan orang lain dengan tujuan perusakan karakter dan reputasinya –meskipun keburukan itu memang benar adanya–, diancam oleh Allah SWT dengan balasan berupa musnahnya pahala atas berbagai amal kebajikan yang sudah kita lakukan.

Rasulullah juga menyamakan pengghibah (mughtab) dengan pecandu minum khamar (mudminul khamar), dan menyebut keduanya sebagai orang yang diharamkan masuk surga.

Dan dalam riwayat lain, ghibah disebut sebagai riba dengan komoditas harga diri Muslim. Beliau bersabda, “Satu dirham hasil riba lebih buruk daripada 36 zina, dan riba terburuk adalah bertransaksi dengan harga diri kaum Muslimin.”

Dengan segala macam ancaman berat seperti itu, masih beranikah kita mengabaikan urusan akhlak, hanya dengan alasan bahwa kita saat ini sedang tenggelam dalam eforia pilpres?

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account