Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Papua, Hoax, dan Ancaman Disintegrasi

Published 20/08/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Papua kembali bergejolak. Rentetan kejadian yanag bermula dari kerusuhan di Malang dan Surabaya berlanjut hingga pembakaran gedung DPRD di Manokwari. Kabarnya, kerusuhan juga mulai merembet ke kota-kota besar di pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Kita melihat, ada sekelompok orang yang punya sentimen terhadap orang-orang Papua yang merasa mendapatkan momentum untuk mengekspresikan ketidaksukaannya itu. Di sisi lain, orang-orang Papua sendiri yang merasa bahwa selama ini mereka diperlakukan dengan tidak adil, juga merasa mendapatkan momentum. Tak main-main. Mulai ada suara-suara untuk menuntut diadakannya referendum.

Sebenarnya, kerusuhan Papua ini tidak memiliki alasan yang otentik. Secara sosiologis, kultural, dan juga politik, Papua sudah terintegrasi dengan NKRI. Secara umum, masyarakat Indonesia di seluruh pelosok negeri tidak punya masalah dengan orang-orang Papua. Sebagai contoh, kita semua turut bangga ketika ada atlet nasional asal Papua yang berprestasi mengharumkan nama Indonesia. Para atlet asal Papua pun merasa bangga jika terpilih mewakili Indonesia untuk bertarung di even-even internasional.

Maka, ketika ada letupan dan gesekan antara orang-orang Papua dengan sesama anak bangsa lainnya yang berujung kepada gerakan disintegrasi, kita patut curiga bahwa tuntutan itu pastilah tidak otentik.

Dan benar saja. Kasus di Malang dan Surabaya ternyata dipicu oleh kabar yang ternyata tidak benar alias hoax. Kabar yang beredar, ada bendera merah putih yang dibuang ke selokan. Lalu, muncul kesan kuat bahwa mayoritas mahasiswa Papua yang berada di dua kota itu adalah pendukung separatisme. Kemudian, terjadilah penyerbuan yang melibatkan aparat keamanan bersama sejumlah ormas. Padahal, sebagaimana yang diklarifikasi oleh orang-orang Papua sendiri, seandainyapun memang ada aksi pelemparan Sang Saka ke selokan, itu dilakukan oleh oknum yang sama sekali tidak mewakili aspirasi warga Papua.

Modus penyebaran hoax ini juga menandai kerusuhan di Manokwari. Ada berita yang tersebar bahwa warga Papua diperlakukan denga sangat buruk. Bahkan, beredar isu yang menyatakan bahwa ada warga Papua yang meninggal dunia dalam kerusuhan di Jawa Timur itu. Intinya, dalam pandangan para pendemo, warga Papua telah diperlakukan dengan tidak adil dan tidak manusiawi. Padahal, sebagaimana yang kemudian diklarifikasi oleh Gubernur Khofifah, aksi-aksi di Malang dan Surabaya itu adalah ulah segelintir oknum yang sama sekali tidak mewakili pandangan dan sikap warga Jawa Timur secara keseluruhan, apalagi jika disebut sebagai cerminan pandangan masyarakat Indonesia. Tak lupa, Khofifah pun menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di wilayah pemerintahannya itu.

Kita melihat bahwa aksi-aksi kerusuhan itu digosok dengan hoax di sana, dan dibombardir dengan hoax lainnya di sini. Akibatnya, muncul kesalahpahaman dan kemarahan. Jika dibiarkan, gesekan liar ini akan menjadi api yang melalap sendi-sendi kesatuan bangsa ini.

Kita tentu berharap, semoga aksi kerusuhan ini bisa segera mereda. Kita harus sadar bahwa kemerdekaan bangsa ini diperoleh dengan susah payah, dengan menenun benang-benang persatuan dari seluruh anak bangsa. Sangat disayangkan bahwa hanya dengan pola-pola lama, yaitu penyebaran fitnah, kebohongan, dan politik pecah-belah, persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa menjadi porak poranda. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account