Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Menyoal Keadaban Para Politisi di Tahun Politik yang Memanas

Published 21/04/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

Liputanislam.com –Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila itu harus menjadi dasar bagi setiap kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh warga negara Indonesia. Makin tinggi status sosial seorang anak bangsa, seharusnya  ia makin mampu mengamalkan sila-sila dalam Pancasila secara lebih komprehensif.

Para politisi berada pada posisi sangat tinggi dalam hierarki sosial di negara kita. Jika aktivitas politik mereka mengantarkan mereka kepada posisi jabatan tertentu, entah itu eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif, mereka betul-betul berada pada strata paling tinggi. Mereka bahkan disebut sebagai public figure, satu status yang menunjukkan bahwa masyarakat awam mestinya menjadikan mereka sebagai panutan; sebagai contoh.

Sayangnya, yang terjadi justru berkebalikannya. Para politisi kita saat ini menjadi contoh sangat buruk dalam pengamalan sila-sila Pancasila. Keadaban yang menjadi sifat dari manusia Pancasila (selain keadilan, seperti yang tercantum pada sila kedua) terasa sangat absurd untuk disematkan kepada para politisi kita. Jangan pernah bicara soal etika dengan mereka, karena politik sudah dimaknai sebagai hal ihwal merebut dan mempertahankan kekuasaan, di mana etika akan dicampakkan ke sudut gelap kehidupan hingga tak layak untuk dibicarakan.

Perhatikan perilaku mereka. Etika yang buruk seperti mengumpat, mencela, “nyinyir”, merekayasa hakikat, sombong, takabur, gibah, hingga fitnah, adalah hal yang sangat lumrah dan seakan menjadi kemestian dalam berpolitik. Dan, sungguh sangat memprihatinkan ketika faktanya, di tahun politik ini (pilkada serentak dan pendaftaran capres/cawapres serta calon anggota legislatif), perilaku yang berkeadaban menjadi semakin disingkirkan. Bahkan, dalam banyak kasus, mereka yang pandai membual dan jago dalam mencela justru malah terpilih sebagai pejabat.

Bagi ummat Islam Indonesia, perilaku yang tidak beradab itu bukan hanya bertabrakan dengan sila kedua Pancasila, melainkan juga merupakan pelanggaran serius terhadap pilar agama. Dalam Islam, akhlak (norma) adalah salah satu fondasi penting selain akidah (dogma) dan syariat (ritual). Ketiganya adalah syarat mutlak keselamatan di akhirat kelak. Tanpa dibarengi akhlak yang baik, sekuat apapun akidah yang dipegang dan sebanyak apapun amal ibadah yang dilakukan, semuanya akan sia-sia dan sirna.

Bertebaran teks-teks agama yang berbicara tentang ancaman pedih bagi siapapun yang mengabaikan sisi akhlak dalam hidupnya. Perhatikanlah, bagaimana salat yang disertai riya akan berakibat celaka. Pengumpat dan pencela diancam dengan neraka Huthamah. Sedekah yang disertai dengan kesombongan tak akan pernah diterima Allah. Para penggibah akan dihukum dengan cara dialihkannya pahala amal ibadahnya kepada orang yang mereka ghibah. Adapun tukang fitnah (menyebarkan-nyebarkan kebohongan terkait dengan pribadi seseorang) disebut sebagai pelaku kejahatan yang lebih keji daripada pembunuhan.

Perhatikanlah bahwa seiring dengan makin dekatnya event politik, betapa semua itu makin sering diabaikan. Dan yang lebih memprihatinkan, pengabaian atas etika itu berlangsung secara merata di seluruh politisi; bahkan mereka yang beraasal dari partai Islam sekalipun. Dalam beberapa hal, justru mereka yang berasal dari partai Islam itu malah menunjukkan akhlak yang lebih buruk daripada yang lainnya. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account