Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Mempertanyakan Demokrasi ala AS

Published 14/04/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

pasukan AS di IrakOtong Sulaeman

Pagi ini, ada kejadian aneh yang kami temukan. Kami sampai 4 kali mengunggah berita tentang ditahannya 400 demonstran di Amerika Serikat yang memprotes politik uang di negara tersebut. Setelah ter-publish, tiba-tiba saja secara misterius artikel tersebut lenyap. Bahkan terakhir, setelah kami mengubah judul dan foto, dan sudah berhasil diunggah, sekitar 5 menit kemudian, artikel itu lenyap lagi.

Aksi demontrasi itu digelar oleh organisasi “musim semi demokrasi”. Sebelum mencapai gedung Kongres AS, mereka sudah berjalan kaki sejauh 150 mil dari kota Filadelfia [nama organisasi dan kota sengaja tidak disebut dalam ejaan/bahasa asli]. Mereka menyeru agar Kongres menghentikan korupsi yang dilakukan para pemodal besar dalam dunia politik AS, serta meminta agar Kongres (Parlemen) AS menjamin terlaksananya pemilu yang bebas, fair, dan terlepas dari politik uang.

Kurang dari sejam sejak dimulainya aksi demo damai, polisi mengancam akan menahan mereka jika terus melakukan aksi demo.   Namun, para demonstran meneruskan aksi damai tersebut, dan akhirnya ditahan polisi. Lebih dari 400 orang ditahan dan ini merupakan penangkapan terbesar di gedung kongres dalam sejarah AS.

Anehnya, media mainstream sama sekali tidak memberitakan kejadian ini. Padahal, lebih dari 53.000 kicauan muncul di Twitter untuk memprotes dan membincangkannya.

AS selalu mendorong, bahkan kalau perlu menggunakan kekuatan senjata, negara-negara lain berdemokrasi. Banyak negara yang demi kestabilan politik membatasi penggunaan facebook dan twitter karena telah terbukti berkali-kali di berbagai negara, misalnya dalam rangkaian gejolak negara-negara Arab, kedua media sosial itu digunakan untuk menggalang massa.  Di Mesir, misalnya, terbukti bahwa penggalan utama demonstrasi adalah orang-orang yang sudah ditraining oleh lembaga-lembaga milik AS, misalnya National Endowment for Democracy (NED).

Demokrasi, selama ini digunakan AS untuk memperluas dominasinya di negara-negara muslim. Irak, Libya, dan Suriah adalah tiga di antara korban tragis dari kriminalitas AS. Dengan menggunakan alasan demi mendemokratisasi negara-negara yang -menurut klaim AS- dipimpin oleh rezim diktator, AS mengirim pasukan militernya. Saddam dan Qaddafi telah digulingkan, Assad masih bertahan berkat dukungan penuh rakyatnya dan tiga sekutu terdekatnya, Hizbullah, Iran, dan Rusia. Di sisi lain, AS justru berteman akrab dengan negara-negara yang sama sekali tidak demokratis, misalnya Arab Saudi (rezim monarkhi) dan Israel (rezim yang menjajah Palestina).

AS sering dipandang sebagai kampiun demokrasi. Namun berbagai aksi protes yang marak terjadi akhir-akhir ini, mengkritik sistem politik negara itu dan ketimpangan ekonomi di AS, tidak diliput oleh media-media utama. Mungkin lebih tepat kita sebut AS sebagai kampiun demokrasi tebang pilih. (Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account