Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Label Halal Atau Label Haram?

Published 03/03/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

label halal

Otong Sulaeman

Di dalam jurisprudensi hukum-hukum Islam kita mengenal apa yang disebut sebagai qaidah suuq al-muslimin (Prinsip Pasar Muslim). Secara ringkas dikatakan bahwa kalau kita berada di sebuah pasar Muslim, maka segala apa yang dijual di sana dihukumi halal dan suci, kecuali jika kita tahu secara pasti bahwa komoditas tersebut memang haram atau najis. Prinsip ini  memberikan kemudahan kepada kaum Muslimin saat melakukan transaksi di komunitasnya sendiri. Semuanya halal dan suci, kecuali ketahuan bahwa benda itu haram atau najis.

Prinsip Pasar Muslim (PPM) ini agaknya sangat relevan untuk kembali dibahas saat ini, yaitu ketika muncul polemik sertifikasi halal yang saat ini melanda MUI. Jika PPM dijadikan dasar dalam perilaku ekonomi kaum Muslimin di Indonesia, konsekwensinya adalah seperti yang dikemukakan oleh Yusril Ihza Mahendra, yaitu bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah label haram, bukan label halal. Mengapa? Karena PPM memandang seluruh komoditas di pasar-pasar Indonesia yang mayoritasnya Muslim adalah halal. Nah, tugas lembaga-lembaga terkaitlah (dalam hal ini adalah MUI) untuk mengidentifikasi secara pasti, produk mana yang dipastikan keharamannya. Setelah teridentifikasi, produk mana yang diberi label: yang halal atau yang haram? Tentu saja yang haram.

Perilaku ekonomi praktis kaum muslimin pun sebenarnya persis seperti apa yang disampaikan Yusril. Mayoritas kita, ketika berbelanja di pasar muslim, biasanya jarang memberhatikan label halal pada komoditas yang kita beli. Akan tetapi, biasanya pula, perilaku itu dengan sendirinya berubah total saat kita berbelanja di pasar yang mayoritas penjualnya non-Muslim. Kita menjadi waspada dan memperhatikan label kehalalan produk tersebut.

Hanya saja, di saat sekarang ini, implementasi PPM dengan konsekwensi pemberian label “haram” pada produk-produk terkait pastilah akan menghadapi sejumlah penentangan. Pertama, penentangan itu akan datang dari produsen “komoditas haram”. Secara psikologis, “label haram” jelas memberi kesan negatif. Konsekwensinya, penjualan produk tersebut diprediksikan akan mengalami penurunan. Jangan heran jika kalangan produsen produk-produk haram akan menentang keras ide ini.

Penentangan kedua sangat mungkin akan muncul dari kalangan internal MUI sendiri, terkait dengan akan berkurangnya pemasukan uang. Pasalnya, memang ada tarif resmi untuk setiap sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI.

Karena itu, hendaknya masalah ini dikaji kembali secara jernih, dengan mengembalikan pada esensinya: perlindungan terhadap konsumen muslim yang menjadi mayoritas penduduk negeri ini.(Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account