Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Klarifikasi dan Koreksi

Published 18/10/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

klarifikasiOtong Sulaeman

Sungguh miris ketika kita mendapati fakta bahwa media-media kita sekarang ini dengan sangat mudahnya menurunkan berita atau informasi dusta dan mengaburkan fakta. Padahal, menyebarkan kebohongan atau melakukan pengaburan atas sebuah fakta adalah pelanggaran paling elementer dari kode etik jurnalistik. Tapi, memang itulah yang terjadi.

Krisis Suriah menjadi awal mula dari situasi yang sangat buruk ini. Berbagai foto korban kekerasan di Palestina (oleh Zionis) dan di Irak (oleh tentara AS), bahkan korban kecelakaan lalu lintas di Turki, dengan semena-mena disebut sebagai foto korban kekerasan Assad di Suriah. Kemudian ada juga foto terkait dengan hukuman gantung bagi para pengedar narkoba di Iran yang disebut sebagai foto hukuman mati bagi warga Iran penganut Sunni.

Terkadang kesalahannya berupa pengaburan. Video ceramah dari seorang berserban yang sama sekali tidak dikenal di kalangan orang Syiah (seperti Yassir Al-Habib) disebut sebagai ceramah dari ulama besar Syiah. Lalu, karena isi ceramahnya terkait dengan hal-hal yang menyakiti kelompok Sunni, seperti melaknat para sahabat besar Nabi, maka dikatakan bahwa sikap itu adalah representasi dari ajaran Syiah.

Bentuk pengaburan lainnya adalah dengan menurunkan berita tentang perilaku sebagian kecil (amat sangat minoritas) kaum Syiah yang melakukan ritual-ritual aneh, seperti melukai diri sendiri, berguling-guling di atas lumpur, dan lain sebagainya, untuk kemudian menyebutnya sebagai ritual resmi seluruh kaum Syiah.

Ini jelas bentuk pengkhianatan terhadap kode etik jurnalistik, karena yang disebarkan adalah opini yang sama sekali berkebalikan dari fakta yang sebenarnya. Dan sungguh sangat disayangkan bahwa perilaku itu terkadang dilakukan oleh media-media besar sekaliber Kompas.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Kompas sempat menurunkan berita yang menyebut bahwa banyak organisasi Syiah Lebanon, termasuk Hezbollah, mendorong warganya untuk melakukan ritual melukai diri saat memperingati Asyura. Parahnya, berita seperti ini bisa muncul gara-gara adanya pemelintiran saat melakukan penerjemahan. Setelah adanya kritik dan tanggapan dari beberapa pihak, Kompas lalu mengoreksi kalimat beritanya.

Tentu saja langkah Kompas ini perlu diapresiasi, karena media ini berani memberikan reaksi yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan sejumlah media lain. Dikatakan “sedikit lebih baik”, karena secara keseluruhan, isi berita Kompas itu masih menggiring opini umum bahwa sebagian besar warga Syiah Lebanon memperingati Asyura dengan melukai diri. Hal ini tercermin dari judul berita, dan juga caption pada foto yang ditampilkan.

Bagaimanapun juga, sikap Kompas ini lebih baik dibandingkan media-media lain. Pada media lain, kita menemukan bahwa mereka enggan mengubah isi beritanya, meskipun sudah dengan sangat terang benderang ditunjukkan kepada mereka kebohongan yang mereka buat tersebut.

Dalam Islam, kebohongan, fitnah, dan ghibah adalah bentuk dosa yang melanggar hak-hak manusia. Siapa saja yang terlanjur terjerumus kepada sikap dan perilaku dosa ‘melanggar hak manusia’, selain harus bertobat kepada Allah, dia juga harus mengembalikan hak yang terlanggar tersebut. Dalam hal ini, orang itu harus meminta ampun kepada Allah, meminta maaf kepada orang yang difitnah, serta memuliakannya.

Menarik untuk disimak, pada surat Al-Baqarah ayat 160, dikatakan bahwa cara bertobat bagi mereka yang melanggar hak manusia adalah bertobat, memperbaiki, dan memberikan klarifikasi: “Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan, dan menjelaskan (fakta yang selama ini disembunyikannya).”

Liputan Islam berkali-kali melakukan klarifikasi atas berita-berita dan juga foto-foto kebohongan yang dibuat oleh sejumlah media itu. Langkah ini ditempuh tak lain demi untuk menegakkan etika dalam Islam. Selain itu, Liputan Islam ingin mengembalikan jurnalisme kepada khiththah-nya sebagai alat untuk mencerdaskan, bukannya membodohi. (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account