Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Kembali Membaca Buku, Agar Tak Bersumbu Pendek

Published 30/04/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

suriah ahrar shamOtong Sulaeman

Editorial, LiputanIslam.com–Nicholas Carr dalam bukunya the Shallow (orang-orang dangkal) mengeluhkan dirinya sendiri yang semakin lama semakin tidak telaten membaca buku yang tebal. Dan hal ini rupanya dirasakan oleh banyak orang di era internet ini. Dia kemudian mencari penyebabnya, yang ternyata adalah kebiasaan manusia mengkonsumsi berita dangkal di internet membuat daya tahan otak untuk mencerna informasi yang panjang, ilmiah, dan penuh argumen menjadi berkurang.

Kita lihat dampaknya di beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak dimulainya  perang Suriah, semakin banyak saja kaum ‘sumbu pendek’ yang bermunculan. Hanya berlandaskan berita-berita singkat di media sosial, mereka merasa lebih tahu apa yang terjadi di Suriah, lalu menyerukan kekerasan kepada sesama anak bangsa sendiri. Sebagian dari mereka beramai-ramai menyumbang dana untuk ‘saudara di Suriah’, padahal yang dilakukan ‘saudara’ mereka itu adalah menghancurleburkan negeri yang terdepan melawan Israel. Sebagian lain berbondong-bondong “berjihad” ke Suriah, lupa bahwa di negeri mereka sendiri banyak dhuafa yang butuh sumbangsih tenaga dan pikiran mereka.  Kemudian, berlanjut pula dengan panasnya perdebatan di medsos terkait isu pilpres dan kini, pilgub Jakarta. Perdebatan panjang umumnya terjadi di permukaan, membahas isu ecek-ecek, tak mampu berpikir mendalam, apa di balik apa, apa esensi kasus yang sebenarnya.

Sebuah studi yang dilakukan di sebuah universitas di AS menemukan bahwa tingkat literasi Indonesia ada di ranking 60 dari 61 negara. Artinya, warga Indonesia memang malas membaca buku. Mungkin ini seiring pula dengan semakin mudahnya akses ke internet dan media sosial, sehingga banyak orang merasa cukup dengan informasi singkat di media digital. Parahnya, media online banyak disusupi oleh propaganda terorisme dan kekerasan terhadap sesama anak bangsa.

Di sisi lain, akhir-akhir ini gerakan tahfidz al-Qur’an juga semakin semarak di Indonesia. Banyak orang tua berlomba-lomba penuh semangat mendorong anaknya menghapal Quran. Tentu ini baik. Tapi alangkah baiknya bila orang tua tak hanya mendorong anak mereka menghapal Quran, tetapi juga membaca buku, sebenar-benar buku, yang isinya mendalam, menganalisis dengan argumen ilmiah, dan mendorong anak agar mampu mengimplementasikan ayat-ayat Quran yang dihafal secara luas. Jangan sampai yang tercipta adalah generasi yang sangat bagus bacaan Qurannya, namun hanya sampai tenggorokan, dan “mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala” (hadis riwayat Muslim).  Membaca buku, sangat penting untuk memanjangkan sumbu dan menghindari “sumbu pendek”. (dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account