Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Editorial

Intoleransi : Ancaman Nyata Negeri Ini

Published 15/01/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

intoleransiBerbagai aksi intoleransi yang menggunakan kekerasan mewarnai kehidupan bangsa Indonesia beberapa tahun terakhir. Pembakaran desa kaum Syiah Sampang, penutupan gereja, pemboikotan terhadap Lurah Susan yang non-muslim, demo menentang peringatan Asyura, aksi pembubaran acara Mauludan di Yogyakarta, adalah di antaranya.

Wahid Institute mencatat, pada tahun 2012 terjadi 198 kasus pelanggaran atas kebebasan beragama yang dilakukan dengan bentuk-bentuk kekerasan, pemaksaan, dan pelarangan. Sementara Setara Institute mengungkapkan, ada 103 kasus pelanggaran kebebasan beragama dengan berbagai ancaman, perusakan, kekerasan, bahkan penghilangan nyawa.

Bersamaan dengan itu, aksi-aksi kelompok yang menghendaki pengubahan dasar negara, yakni dari Pancasila menjadi dasar agama, juga makin terang-terangan. Bukan lagi gerakan laten. Sebut saja: kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang berencana menggugat Pancasila sebagai Dasar Negara ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ada pula kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terang-terangan menolak sistem demokrasi, nasionalisme, Pancasila, dan NKRI.

Sayangnya, sikap pemerintah masih mengecewakan dan tidak tegas menyelesaikan berbagai masalah ini. Padahal semua kejadian ini jelas mengancam eksistensi negara Republik Indonesia. Bangsa Indonesia ini sangat majemuk. Survei BPS tahun 2010 menyebutkan bahwa Indonesia ini dihuni oleh 1.128 suku bangsa. Agama penduduknya juga beragam. Selain lima ajaran agama besar yang dianut bangsa Indonesia, yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Budha, terdapat juga ratusan aliran kepercayaan warisan leluhur Bangsa Indonesia. Di dalam masing-masing agama juga terdapat mazhab atau sekte. Para pendiri Republik Indonesia sudah menyadari kemajemukan ini sehingga menyodorkan konsep negara semua untuk semua, yang menampung rakyat Indonesia yang beraneka ragam suku, agama, dan adat-istiadat itu. Bukan untuk satu orang, bukan untuk satu golongan, tapi ‘semua buat semua’.

Aksi-aksi intoleransi jelas bertentangan dengan semangat ini. Penyeragaman hanya akan menimbulkan konflik, yang malah akan mengalihkan perhatian rakyat dari akar persoalan negeri ini. Ketidakadilan ekonomi, kemiskinan, atau korupsi, jauh lebih urgen untuk ditangani. Namun rakyat kini dibuat sibuk berkonflik dan saling membenci. Ketika negara terpecah-belah, siapakah yangakan mengambil keuntungan? Tak lain, kaum neokolonialis dan imperialis. Rakyat sibuk bertengkar, sementara mereka leluasa menguras sumber daya alam kita dan mengeruk uang dari negeri ini. Semoga kita semua bisa menyadari hal ini.(liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account