Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Hari Al Quds, Front Terakhir

Published 10/07/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Otong Sulaemanquds31

Hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan dicanangkan sebagai Hari Al-Quds atau Yaumul Quds, yaitu hari solidaritas dunia untuk pembebasan bangsa Palestina yang terjajah. Hari Al-Quds pertama kali dicetuskan oleh mendiang Imam Khomeini (Pemimpin Revolusi Islam Iran) pada tahun 1979.

Peringatan Al Quds dilakukan di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, hingga hari ini. Spirit Hari Al Quds adalah spirit perjuangan universal melawan ketertindasan di muka bumi. Di hari ini, rakyat yang tertindas di seluruh dunia seharusnya bersatu menyatakan perlawanan kepada para penindas. Hari Quds Internasional juga disebut dengan Hari Wahdat, Hari Persatuan, bukan hanya persatuan kaum muslimin, namun persatuan semua manusia yang menginginkan kebebasan, kehormatan dan lepas dari penindasan kaum kolonialis dan imperialis.

“Saya menyeru seluruh kaum muslimin di dunia untuk menjadikan Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan sebagai Hari al-Quds; dan melalui demonstrasi solidaritas kaum muslimin sedunia, mengumandangkan dukungan mereka atas hak-hak rakyat muslim,” ujar Imam Khomeini ketika mengumumkan Hari Al-Quds, 7 Agustus 1979.

“Hari al-Quds adalah hari di mana seluruh bangsa-bangsa Islam mesti bersama-sama mengarahkan perhatian mereka kepadanya dan mempertahankannya. Jika keriuhan dibangkitkan oleh seluruh bangsa-bangsa muslim pada Jum’at terakhir di bulan Ramadhan, yaitu pada Hari al-Quds; jika seluruh rakyat bangkit; jika mereka melakukan demonstrasi dan berbaris sebagaimana yang sedang dilakukan sekarang; maka ini akan menjadi awal kita InsyaAllah untuk menghentikan elemen-elemen jahat itu dan mengusir mereka dari tanah-tanah Islam,” ucap Imam Khomeini, 6 Agustus 1979.

Namun sayangnya, sejak 3 tahun terakhir, spirit perjuangan membela Palestina semakin kendor. Perhatian umat sangat teralihkan akibat merebaknya gerakan jihad yang mengatasnamakan Islam. Dimulai dengan menghancurleburkan Libya, Suriah, Irak, Yaman, hingga negara-negara Afrika, gerakan jihad telah membuat front perjuangan melawan Israel menjadi porak-poranda. Persatuan kaum muslimin dipecah belah karena gerakan jihad menggunakan kekuatan propaganda yang sangat masif: mereka menjadi kaum Syiah sebagai musuh. Namun, realitasnya, yang dijadikan musuh oleh para jihadis (ISIS, Al Nusra, Al Qaida, dan berbagai nama lainnya) adalah semua orang yang mereka anggap ‘berbeda’. Bahkan kamp pengungsi Palestina di Suriah diserang dan para pejuang HAMAS dibunuhi oleh ISIS. ISIS juga sudah mengancam akan menjadikan Gaza sebagai lautan darah.

Hari Al Quds atau Yaumul Quds adalah upaya menggalang front perlawanan terhadap Israel. Ketika umat sedemikian terpecah-belah, agaknya ini adalah front terakhir. Semoga umat ini segera menyadari, siapa musuh mereka sebenarnya. (Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account