Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Eksekusi Hukuman Mati yang Bermartabat

Published 18/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

tembakOtong Sulaeman

Eksekusi itu akhirnya dilaksanakan. Enam orang terpidana kasus peredaran barang haram narkoba dieksekusi mati. Eksekusi sebenarnya hanyalah pelaksaan hukuman. Vonisnya sendiri sudah lama dijatuhkan. Setelah menunggu waktu yang cukup lama, hukumannya baru dilaksanakan. Masih ada beberapa terpidana mati lainnya yang menunggu giliran.

Seperti biasa, sejumlah pihak yang mengatasnamakan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) menunjukkan resistensinya. Bukan hanya LSM-LSM yang berafiliasi dengan ke lembaga-lembaga dunia, bahkan perwakilan resmi sejumlah pemerintahan Barat secara terang-terangan sempat meminta pemerintah Indonesia mengurungkan eksekusi mati tersebut. Nyatanya, pemerintah tetap menjalankan keputusannya itu.

Tidak ada keributan yang muncul menyertai eksekusi; tidak seperti eksekusi Fabianus Tibo, Marinus Riwu, dan Dominggus da Silva pada tahun 2006. Eksekusi terhadap ketiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso tersebut sempat memicu kemarahan pendukung Tibo cs. Atambua, NTT yang menjadi tempat kelahiran Tibo sempat rusuh.

Menyusul kerusuhan tersebut, polemik laten soal hukuman mati pun mengemuka. Perdebatan masih seputar hal yang “itu-itu saja”, yaitu terkait layakkah hukuman mati diberlakukan? Uniknya, meskipun ditandai dengan adanya kerusuhan panas, pendapat masyarakat Indonesia soal hukuman mati tetap sama: mayoritas setuju dengan pemberlakuan hukuman mati. Lewat jajak pendapat yang dilakukan sebuah media, diketahui bahwa 77,3 % masyarakat Indonesia setuju terhadap hukuman mati. Sisanya menyatakan tidak setuju.

Sebulan yang lalu, sebuah televisi nasional menayangkan acara talk show dengan tema “Memutus Nyawa”. Di awal acara, diadakan polling terkait pemberlakuan hukuman mati di Indonesia. Peserta polling adalah para penonton yang hadir. Hasinya, 76 % setuju dan 24 % menolak. Lalu, dalam talk show itu para nara sumber (yang pro dan yang kontra hukuman mati) saling berdebat, dan mengemukakan argumen masing-masing. Kemudian, di akhir acara, polling dengan pertanyaan sama kembali diajukan kepada penonton yang sama. Hasilnya, dukungan terhadap hukuman mati meningkat menjadi 83%.

Tingginya jumlah dukungan terhadap pemberlakukan hukuman mati itu mungkin saja disebabkan mayoritas bangsa Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Sebagaimana diketahui, syariat Islam memang mengakui hukuman mati (i’dam) sebagai salah satu instrumen penegakan hukum dan keadilan. Para ulama juga sudah banyak mengupas falsafah hukuman mati ini sebagaimana yang tercantum di dalam teks-teks agama.

Intinya, ada beberapa perilaku kejahatan yang sangat berat, sehingga jika dibiarkan tetap hidup, kejahatan itu akan menimbulkan kerusakan yang jauh massif dan sistemik di dalam kehidupan masyarakat. Pelaku kejahatan yang layak dihukum mati itu seperti tumor yang harus dibunuh; atau seperti anggota tubuh yang membusuk hingga harus diamputasi. Amputasi memang kejam. Tapi itu harus dilakukan demi keberlangsungan kehidupan masyarakat lainnya.

Dengan asosiasi seperti ini, hukuman mati justru malah diperlukan demi sebuah kehidupan. Persis seperti yang digambarkan oleh Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 127: “Sungguh pada qishash itu terdapat kehidupan, wahai kaum cendekia. Mudah-mudahan kalian bertakwa.”

Hukuman mati sudah dilaksanakan. Kita ucapkan selamat kepada pemerintah yang mampu menjalankannya secara bermartabat. (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account