Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Charlie Hebdo: Terorisme, Standar Ganda, dan Badai yang Dituai

Published 08/01/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

hebdoOtong Sulaeman

Aksi terorisme kembali mengguncang dunia. Kali ini, Paris yang menjadi pusat pemberitaannya. Dikabarkan bahwa tiga orang bersenjata pada hari Rabu (7/1) melakukan serangan bersenjata ke Kantor Redaksi Majalah Charlie Hebdo. 12 orang diberitakan tewas dan sepuluh lainnya menderita luka-luka akibat aksi ini. Sementara para pelaku aksi dikabarkan berhasil melarikan diri.

Apapun juga latar belakangnya, ini adalah aksi teror yang layak dikecam. Pembunuhan secara sporadis dengan cara penyergapan, kepada warga sipil, adalah tindakan yang bertentangan dengan logika, konstitusi, kemanusiaan, dan juga syariat agama. Masalah syariat agama perlu disebutkan di sini karena aksi ini biasanya dikait-kaitkan dengan kelompok Islam radikal. Di sisi lain, mayoritas ulama dunia yang memiliki kredibilitas keilmuan yang memadai secara jelas melarang aksi-aksi seperti ini.

Hanya saja, kesalahan yang dilakukan oleh satu pihak tidak dengan serta-merta membuat pihak lainnya menjadi benar. Ini juga kesalahan logika elementer yang sering terjadi. Ketika sekelompok kecil orang Islam melakukan tindakan teror terhadap kepentingan-kepentingan Barat, dan aksi teror itu dipastikan sebagai tindakan keliru, itu tidak berarti bahwa Barat berada di jalur yang benar.

Jika kita melihat latar belakang dan konteks aksi teror terhadap Majalah Charlie Hebdo tersebut, kita akan mendapati bahwa majalah (dan pemerintah Perancis secara umum) juga memang berkali-kali melakukan dosa yang juga tak kalah buruknya. Pertama, Majalah Charlie Hebdo berkali-kali menerbitkan tulisan dan karikatur/kartun yang amat menyakiti ummat Islam, yaitu berupa penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Meskipun berkali-kali diprotes, pemerintah Perancis tetap membela majalah tersebut dengan dalil kebebasan ekspresi.

Tentu saja alasan ini terlihat sangat rapuh dan terlalu diada-adakan. Jika memang pemerintah Perancis benar menjunjung tinggi kebebasan ekspresi, kenapa mereka melarang pertunjukan komedian terkenal, Dieudonne M’bala M’bala, yang ingin menggelar tur nasional ke beberapa kota di Perancis, termasuk Nantes, Bordeaux, Touls, dan Orleans? Kenapa pula mereka menjatuhkan hukuman penjara kepada siapa saja yang ingin melakukan penelitian ilmiah soal Holocoust (kisah pembantaian enam juta warga Yahudi oleh Nazi Jerman)?

Jadi, dari sisi ini, aksi terorisme ini bisa difahami oleh akal, dan sudah bisa diduga. Tapi, sekali lagi, difahami di sini tidak berarti bahwa tindakan ini bisa dibenarkan. Kita bisa memahami bahwa penghinaan berulang-ulang terhadap figur paling dicintai oleh ummat Islam pastilah akan menyinggung perasaan mereka. Ketika rasa ketersinggungan itu dirasakan oleh sejumlah orang yang “lugu dan militan”, sudah bisa diduga bahwa salah satu tindakan orang-orang lugu itu bisa jadi berupa tindakan teror.

Kemudian, dosa kedua Barat yang menjadi konteks aksi teror terhadap Majalah Charlie Hebdo ini terkait dengan krisis Suriah. Dari pernyataan para pejabat keamanan Perancis (dan negara-negara Barat lainnya) soal krisis Suriah, terlihat bahwa mereka sendiri sudah memprediksi akan terjadinya aksi-aksi teror seperti ini. Berkali-kali mereka menyatakan kekhawatiran bila para ‘jihadis’ Suriah kembali ke Eropa.

Sebagaimana diketahui, Perancis termasuk negara yang paling getol memberikan segala macam bantuan kepada kelompok pemberontak bersenjata di Suriah, termasuk yang tergabung di dalam Jabhah Al-Nusra dan ISIS. Di sisi lain, juga sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sebagian besar jihadis bersenjata itu merupakan para petempur impor, bukan warga asli Suriah. Mereka bahkan datang dari negara-negara Barat, termasuk Perancis dan Amerika.

Kini, setelah upaya penggulingan Assad membentur kegagalan, kekhawatiran soal arus balik kaum jihadis yang telah mendapatkan pengalaman tempur di Suriah dan Irak, mulai menjadi kenyataan. Tampaknya, Perancis sedang menuai badai akibat dulunya bermain-main dengan cara menabur angin. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account