Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Charlie Hebdo: Sisi Lain Arogansi Barat

Published 16/01/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

charlieOtong Sulaeman

Kasus pembunuhan terhadap sejumlah awak media Majalah Charlie Hebdo jelas harus dikecam. Akan tetapi, kasus ini juga mengungkap banyak sisi buruk dari Barat. Para analis belakangan mulai berspekulasi mengenai kemungkinan bahwa aktor intelektual dari aksi tersebut sebenarnya adalah pihak Barat sendiri, khususnya Dinas Intelejen Israel. Sebagaimana diketahui, aksi teros ini memicu sikap anti-Islam yang meluas. Lalu, dengan adanya peristiwa ini, langkah pemerintah Perancis untuk mengakui kemerdekaan Palestina menjadi tersendat. Tentu saja, Israel menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan situasi yang ada sekarang ini. Tidak mungkinkah Israel berada di balik semua peristiwa ini?

Sisi lain yang terungkap adalah soal standar ganda Barat terkait kebebasan berekspresi. Sudah banyak diungkap fakta-fakta bahwa Barat tidak konsisten saat mengimplementasikan konsep kebebasan berekspresi. Secara rasional, memang tidak mungkin ada kebebasan yang sebebas-bebasnya. Dalam hal berekspresi pun, mesti ada batas yang tidak bisa diterabas begitu saja. Sebagai contoh, di Perancis, pengkritik Holocoust dan Zionis harus berhadapan dengan pengadilan untuk kemudian merasakan jeruji besi penjara.

Hal lain yang juga sangat penting terkait dengan Charlie Hebdo ini adalah masalah arogansi Barat terhadap komunitas Muslim dunia. Kita semua tahu bahwa penghinaan berulang-ulang yang dilakukan Majalah Charlie Hebdo terhadap Rasulullah mendapatkan pembelaan dari pemerintah Prancis dan juga pemerintahan Barat lainnya. Charlie Hebdo dianggap berada di jalur yang benar. Kritikan, kata mereka, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kebebasan berekspresi. Menurut mereka, ummat Islam mestinya tak usah tersinggung ketika Nabi Muhammad menjadi objek karikatur. Ummat Islam seharusnya meniru orang-orang Kristen Eropa yang sama sekali tidak tersinggung manakala para pemimpin agama mereka, semisal Paus, juga menjadi bahan olok-olok satire Charlie Hebdo.

Argumen seperti ini pada dasarnya menunjukkan arogansi Barat terhadap Dunia Islam. Dengan argumen ini, Barat pada dasarnya sedang memaksa seluruh dunia untuk menggunakan tata nilai Barat sebagai parameter kebenaran berperilaku. Orang-orang Islam di seluruh dunia harus melepaskan pandangan sakral terkait masalah agama.

Jika perasaan orang-orang Kristen Barat sama sekali tidak terusik manakala Paus diolok-olok, itu memang sangat wajar dan sangat bisa dipahami. Barat secara umum memang sekuler. Simbol-simbol agama bukan hal yang sakral. Barat tidak mencintai segala hal yang bersifat spiritual, sehingga jika hal-hal spiritual itu diusik, tak ada perasaan yang tersinggung sama sekali.

Itu jelas hak mereka. Silakan saja untuk menjadi orang sekuler. Tak ada paksaan untuk menjadikan hal-hal yang spiritual sebagai objek kesakralan. Meskipun, tentu saja, kita tetap ingin menyampaikan bahwa sikap-sikap tersebut akan merenggut kebahagiaan hakiki dari kehidupan mereka. Kita juga ingin berteriak dengan lantang bahwa cara hidup seperti yang diajarkan Islam inilah yang akan membuat kita bahagia. Tetap setia untuk mencintai Baginda Nabi adalah sumber mata air ketenteraman yang tak akan pernah habis. Terus bershalawat kepada Rasulullah adalah ekspresi spiritual yang akan diganjar dengan tetesan hujan rahmat yang tiada berbatas.

Jadi, silakan saja Barat untuk menganut paham hidup sekuler. Itu adalah hak mereka. Tapi, tentu akan menjadi kekeliruan besar manakala mereka memaksa entitas lain di luar mereka agar menjadi masyarakat sekuler. Ummat Islam tentu tak boleh dipaksa untuk melepaskan kecintaan dan pandangan sakral terhadap simbol-simbol agama.

Pemaksaan adalah indikasi terkuat sifat arogan. Selama sikap arogan ini tetap dipelihara, ketegangan akan selalu tercipta. Jadi, dalam kasus Charlie Hebdo ini, siapa yang paling bersalah? (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account