Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Biang Kerok Krisis Pengungsi Suriah

Published 11/09/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

2565 فلسطینی از آغاز بحران سوریه کشته شده اندOtong Sulaeman

Krisis Suriah kembali menjadi berita utama. Gelombang migrasi warga Suriah ke negara-negara Eropa menjadi topik pemicunya. Terlebih muncul foto jenazah seorang bocah kecil pengungsi yang ditemukan petugas keamanan di sebuah pantai di Turki. Segera saja gelombang simpati kemanusiaan menggelora di seluruh penjuru dunia.

Tanggapan muncul dengan sudut pandang yang beragam. Ada yang sinis dengan kecamuk di Timur Tengah yang menjadi representasi agama Islam. Krisis pengungsi Suriah seakan semakin menegaskan keyakinan bahwa negeri Muslim selalu saja menyimpan cerita dendam, kekerasan, dan pertumpahan darah.

Lihatlah, betapa seluruh faktor dari tragedi ini berlabelkan agama Islam. Para pengungsi itu umumnya orang Islam. Mereka bermigrasi dari sebuah negeri Muslim. Penyebabnya adalah perang di antara sesama ummat Islam. Lalu, ketika mereka harus pergi menghindari marabahaya, tidak terbersit sedikitpun dalam benak mereka untuk mencari perlindungan kepada negara tetangga mereka yang Muslim. Negara-negara Arab Muslim juga sama sekali tidak menunjukkan simpati, misalnya dengan cara menampung saudara-saudara mereka yang sedang ditimpa musibah itu.

Tanggapan paling krusial muncul dari sudut pandang membedah akar masalahnya. Krisis pengungsi Suriah beberapa hari terakhir ini bagaimanapun juga hanyalah akibat dari krisis yang melanda Suriah sejak empat tahun yang lalu. Tak mungkin warga Suriah melakukan migrasi andaikan negeri mereka baik-baik saja. Pertanyaan paling penting di sini adalah: siapakah biang kerok krisis Suriah?

Di sini, mengemuka dua pandangan yang berbeda, bahkan saling bertentangan. Yang pertama menganggap bahwa biang kerok krisis Suriah adalah diktatoritas rezim Bashar Assad. Narasi yang sejak awal digelorakan oleh Amerika Serikat, Barat, Turki, dan negara-negara Arab sekutu AS adalah: rakyat Suriah menghendaki perubahan pemerintahan. Akan tetapi, kehendak tersebut diberangus oleh Bashar Assad. Akhirnya, terjadilah pergolakan berkepanjangan yang mengobankan rakyat. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan di atas sangat jelas. Biang kerok semua krisis ini adalah Bashar Assad. Konsekwensi logis dari narasi ini: semua aktor politik internasional yang menunjukkan dukungan kepada Assad (semisal Iran) dengan sendirinya dianggap terlibat dalam kubangan lumpur bencana ini.

Narasi pertama ini paling banyak pengikutnya. Bahkan, kelompok-kelompok Islam yang sebelum ini meneriakkan penentangan kepada segala macam kepentingan AS, dalam kasus Suriah mereka mengambil sikap yang berbeda. Kita lalu menyaksikan, bagaimana Al-Qaeda, Jabhah An-Nusra, dan ISIS berada dalam satu barisan dalam upaya penggulingan rezim Assad.

Sementara itu, ada juga narasi kedua yang sangat minor. Suaranya samar dan sedikit pengikut (meskipun belakangan menunjukkan gejala mulai banyak didengar). Narasi kedua ini meyakini bahwa krisis Suriah adalah bagian tak terpisahkan dari konspirasi politik internasional. Narasi ini dibangun atas dasar fakta bahwa Suriah di bawah kepemimpinan keluarga Assad adalah satu-satunya negara Arab yang sangat konsisten melakukan perlawanan terhadap Israel. Hubungan Suriah dengan AS-Barat juga tidak harmonis, sebagai konsekwensi atas konsistensi Damaskus dalam melawan Israel. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa AS dan Barat adalah sekutu dekat Israel. Maka, memusuhi Israel berarti juga memusuhi (atau minimalnya mengambil jarak) dengan para sekutu terdekatnya.

Konsistensi Suriah dalam memusuhi Israel tersebut membuat Damaskus menjadi musuh nomor satu Israel di kawasan Timur Tengah. Berbagai upaya makar sering dilakukan untuk meruntuhkan rezim Assad. Lalu, ketika Arab Spring berembus, AS dan Israel merasa menemukan momentum. Maka, dijalankanlah proxy war dengan menggunakan isu demokratisasi, penegakan HAM, hingga isu perpecahan Sunni-Syiah. Puluhan ribu orang dari berbagai penjuru dunia berdatangan memenuhi panggilan jihad palsu. Akibatnya, Suriah menjadi tanah yang terus membara dengan api peperangan. Panas yang terus memanggang itulah yang membuat puluhan ribu warganya melakukan migrasi ke Eropa. (editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account