Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Beri Kesempatan kepada Jokowi-Ma’ruf

Published 21/10/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Tanggal 20 Oktober 2019 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin secara resmi telah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019 – 2024. Keduanya disumpah untuk menjadi nakhoda yang akan membawa bahtera Indonesia mengarungi samudera tantangan menuju pantai harapan. Jokowi-Ma’ruf akan menjadi figur yang menentukan wajah dan perjalanan Indonesia lima tahun ke depan.

Ada beragam tanggapan terkait dengan masa depan Indonesia di bawah Jokowi Ma’ruf. Sebagian menunjukkan optimismenya, bahwa Indonesia akan dibawa menuju ke arah kecemerlangan. Akan tetapi, tak sedikit yang bersikap skeptis. Mereka ragu, pesimis, dan bahkan putus asa terkait masa depan Indonesia di bawah duet kepemimpinan Jokowi Ma’ruf.

Sebagian menyandarkan sikap skeptisnya itu kepada apa yang sudah dicapai oleh Jokowi selama lima tahun kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla. Mereka memberikan catatan yang tebal terhadap banyaknya butir-butir nawacita yang dicanangkan Jokowi yang dinilai tak tercapai: pertumbuhan ekonomi masih di bawah target, banyak kasus HAM yang belum terselesaikan, serta kasus-kasus korupsi yang masih terjadi, yang bahkan menimpa dua orang menteri di era Jokowi.

Sikap skeptis dengan motivasi seperti ini semestinya memang harus tetap ada dan harus terus dipelihara. Ini sangat penting dalam rangka mengawal dan mengawasi kinerja Jokowi-Ma’ruf. Ini adalah sikap kritis yang positif sebagai bagian dari sistem kontrol rakyat atas kinerja pemerintahan.

Yang tidak bisa diterima adalah sikap kritis yang didasari oleh rasa sakit hati gara-gara jagoannya dalam pilpres lalu kalah oleh Jokowi-Ma’ruf. Kelompol orang-orang seperti ini cukup banyak. Banyak yang meyakini bahwa Jokowi-Ma’ruf menang karen aberlaku curang melalui  KPU dan Mahkamah Konsitusi. Selain itu, bagi kelompok ini, Jokowi adalah figur yang sama sekali tak layak menjadi presiden. Jokowi dipandang sebagai figur anti agama Islam yang suka mengkriminalisasi ulama. Jokowi juga disebut sebagai antek asing, yaitu Cina.

Sikap kritis dengan motif seperti ini dikhawatirkan hanya akan menciptakan kritikan yang membabi buta serta destruktif.  Pencapaian positif apapun yang diraih oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf kelak akan dipandang dari perspektif negatifnya. Apapun yang dilakukan Jokowi-Ma’ruf tak akan ada positifnya bagi mereka. Bahkan, akan menjadi sangat buruk jika kemudian muncul upaya-upaya sabatose terhadap berbagai kebijakan Jokowi-Ma’ruf, sehingga, ada celah untuk membuktikan asumsi mereka tentang betapa rendahnya kapasitas Jokowi-Ma’ruf sebagai duet pemimpin negara.

Di sisi lain, ada juga kelompok yang menempatkan Jokowi-Ma’ruf sebagai sosok-sosok tanpa cela bak dewa. Kebijakan apapun yang diambil akan dianggap benar. Pencapaian apapun yang ditorehkan akan dinilai sempurna, seraya mengabaikan sisi-sisi negatif yang biasanya selalu saja ada menyertai setiap pencapaian.

Dua sikap ekstrem di atas bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan keadaban. Terlalu mencela dan selalu mengambil posisi dengan perspektif negatif adalah tindakan yang tidak adil. Selalu memandang positif dan menutup mata atas kekurangan dan kesalahan juga adalah sikap yang tidak proporsional.

Kita beri Jokowi-Ma’ruf kesempatan selama lima tahun ke depan. Kita awasi dengan baik kinerja pemerintahan baru secara kritis dan adil. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita kepada bangsa, negara, masyarakat, dan juga agama. Kita harus ingat, di saat kita melakukan pengawasan kepada pemerintah, pengawasan kita itu juga dinilai oleh para malaikat yang mengawasi setiap gerak hati, kata-kata, dan tindakan kita. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account