Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Api ISIS dan Kesadaran yang Amat Lambat

Published 06/02/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

moath-al-kasasbaOtong Sulaeman

Meskipun amat-sangat terlambat, kesadaran itu mulai muncul juga. Jordania, negara sekutu tradisional Amerika Serikat, mulai merasakan sengatan jilatan api milisi ISIS. Jilatan api yang dimaksud betul-betul bermakna harfiah, manakala Muath al-Kaseasbeh, seorang pilot Jordania, dibakar hidup-hidup oleh ISIS. Hal tersebut diketahui lewat video berdurasi 20 menit yang di-upload di internet.

Tentu saja reaksi sangat keras ditunjukkan oleh pemerintah Jordania. Kutukan, sumpah serapah, dan ancaman pembalasan pun berhamburan. Rakyat Jordania marah. Mereka bersumpah akan melakukan pembalasan, bukan hanya kepada pelaku pembakaran, melainkan seluruh anggota ISIS. Pemerintah juga sama. Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yordania Mamdouh Al-Ameri mengatakan bahwa hukuman dan pembalasan dari pihaknya akan setara dengan rasa kehilangan yang dialami warga Yordania.

Duka dan kemarahan Jordania itu menyusul kegeraman yang sama dari Negeri Matahari terbit, Jepang. Kenji Goto, satu sandera yang tersisa yang merupakan warga negara Jepang (menyusul sandera sebelumnya yang bernama Haruna Yukawa), akhirnya memang betul-betul dibunuh dengan cara yang juga sadis: kepalanya dipenggal. Pelakunya juga sama, yaitu ISIS. Kontan saja seluruh rakyat Jepang juga marah. Mata PM Shinzo Abe berkaca-kaca menahan amarah saat mengucapkan kalimat pendek, “Jepang tak akan pernah memaafkan ISIS.”

Itu adalah kemarahan yang sangat wajar. Bangsa manapun pasti akan murka menyaksikan saudara sebangsanya dibantai dengan cara keji; ditambah lagi proses pembantaiannya itupun dipertontonkan secara biadab lewat tayangan video.

Hanya saja, tanpa mengurangi rasa simpati kepada rakyat dan bangsa Jordania maupun Jepang; juga tanpa mengurangi dukungan kita kepada aksi kedua negara untuk melakukan pembalasan atas brutalitas ISIS, kita tentu harus mengingatkan kedua negara (dan sejumlah negara lainnya) bahwa ISIS tidak lahir dari ruang kosong. Ada konteks yang melatarbelakangi kelahiran milisi ini, dan itu tidak lain adalah konflik di Irak dan Suriah.

Berbicara mengenai konflik dan krisis berkelanjutan di Irak dan Suriah, sejarah mencatat bahwa Jordania dan Jepang, baik secara langsung atau tidak langsung, memang punya andil. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jordania termasuk di antara negara yang terang-terangan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok oposisi dan pemberontak Suriah, termasuk para petempur ISIS. Bahkan, jumlah warga Jordania yang ikut menjadi petempur asing di Suriah mencapai angka ratusan orang.

Adapun Jepang, kita tentu masih ingat kasus merebaknya “Gerakan Boykot Toyota” di beberapa negara dunia. Gerakan boykot itu muncul dan membesar dipicu oleh keresahan masyarakat oleh fenomena “invasi Toyota” di Irak. Dalam serangan ISIS saat merebut kota Mosul dan beberapa kota lainnya pertengahan tahun lalu, ISIS pamer mobil-mobil bak terbuka yang masih “gres” merek Toyota.

Keberadaan mobil-mobil Toyota itu sangat mencolok mata. Dalam kondisi baru, seragam dengan warna putih sebagaimana kendaraan misi perdamaian PBB, keberadaan mobil-mobil itu menimbulkan pertanyaan tentang asal-usulnya. Juga muncul pertanyaan, sejauh mana Jepang sebagai negeri asal mobil-mobil itu, terlibat dalam pemberian dukungan senjata kepada ISIS.

Kita tentu tidak ingin larut dengan terus mempersalahkan Jordania dan Jepang sebagai negara yang pernah terlibat dalam membesarkan ISIS. Yang kita inginkan adalah kesadaran sejumlah pihak di Tanah Air Indonesia, yang masih terus saja memberikan pembelaan dan toleransi terhadap aksi-aksi brutal ISIS, mumpung jilatan api ISIS belum menyentuh Tanah Air. Siapapun Anda, selama Anda tidak berada di medan tempur bersama mereka, Anda tetap dianggap sebagai orang luar yang juga harus diperangi. (editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account