Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

KTT Kuala Lumpur, Lonceng Peringatan bagi Dunia Arab

Published 19/12/2019 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Konferensi tingkat tinggi (KTT) di Kuala Lumpur, Malaysia, yang berangsung pada 18-21 Desember 2019 dan dihadiri oleh para pemimpin dan delegasi dari negara Islam merupakan satu tunas pergerakan Islam baru di mana para pesertanya menghendaki adanya wahana pengganti Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan pada gilirannya marginalisasi negara-negara Arab dari posisi kepemimpinan mereka atas Dunia Islam.

Memang, keabsenan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam KTT ini mengundang pertanyaan tersendiri, mengingat dia termasuk penggagas tunas pergerakan ini bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Moammad. Imran Khan urung menghadiri KTT Kuala Lumpur setelah tiba-tiba mendatangi Riyadh, Arab Saudi.

Tak jelas mengapa dia datang ke Riyadh kemudian urung mengikuti KTT Kuala Lumpur dan malah hanya mengirimkan delegasi pada tingkat rendah dan seakan membuat kubu baru non-Arab itu tak jadi dikawal oleh sebuah negara berkekuatan nuklir. Bukan tak mungkin Imran Khan terpedaya oleh faktor klasik; uang dan suap dari Saudi.

Hanya saja, partisipasi Presiden Iran Hassan Rouhani dalam KTT Kuala Lumpur mencerminkan pertemuan puncak non-sektarian mazhab, dan merefleksikan semangat persatuan Islam Sunni dan Syiah. KTT ini melibatkan enam negara Islam non-Arab, yaitu Indonesia, Pakistan, Turki, Iran, dan Malaysia di mana total penduduk Muslimnya mencapai sekira 600 juta jiwa dengan luas kawasan lebih dari 6 juta kilometer persegi.

Baca: Rouhani Hadiri KTT Kuala Lumpur, Kenapa Raja Salman Merajuk?

Yasin Aktay, Penasehat Presiden Turki, menyatakan bahwa kesamaan enam negara yang sebagian besar non-produsen minyak itu ialah ekonominya yang tidak bergantung pada sumber daya alam, melainkan bertumpu pada produksi dan sumber daya manusia, sehingga bisa jadi inilah sebab mengapa KTT ini mengangkat tema “Peran Pembangunan dalam Pencapaian Kedaulatan Nasional”.

Asumsi ini didukung oleh komentar Aktay yang mengisyaratkan pembangkangan kelompok ini terhadap kepemimpinan Arab atas Dunia Islam.

“Mana mereka (para pemimpin Arab)? Mereka absen ketika ada bahaya menyebar di dunia dan tertuju pada Islam dan Muslimin, yaitu bahaya penyebaran kebencian dan permusuhan terhadap Islam. Kita tidak menemukan mereka setiap kali kita berusaha mencarikan solusi untuk bahaya dan problematika ini. Kita malah melihat langkah-langkah mereka menutrisi permusuhan terhadap Islam,” ujar Aktay.

Baca: Kuala Lumpur Summit, Harapan dari Timur

Meski sangat tajam, pernyataan Aktay ini mencerminkan realistas di mana kubu Arab berada kondisinya yang terburuk selama ini, yang diwarnai perpecahan, persaingan, korupsi, diktatorisme, penindasan, ketundukan total pada kolonialisme Barat, terutama AS, dan keberadaan sejumlah besar pemimpinnya di bawah kaki Israel yang notabene musuh, mengupayakan normalisasi dengan Israel , dan bahkan bersekutu dengan rezim Zionis perampas Palestina tersebut.

Mahathir Mohamad, yang telah menjadikan negaranya salah satu macan Asia melalui rencana pembangunan ekonomi ambisius yang didukung sistem demokrasi yang transparan, dan menolak kedatangan orang Israel ke Malaysia, tidaklah berlebihan ketika mengatakan, “Pertemuan puncak ini sedang berlangsung ketika umat Muslim ditekan di seluruh dunia… Muslimin digambarkan sebagai teroris, dan ada ketakutan terhadap Islam, dan jelas bagi semua orang bahwa situasinya semakin buruk.”

Baca: Adakan KTT Forum Negara-Negara Islam, Malaysia Ditegur Raja Saudi

Pada kenyataannya, OKI yang diabaikan oleh KTT Kuala Lumpur dan cenderung diupayakan penggantinya sudah tinggal nama dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kerjasama antarnegara Islam, karena sudah tersubordinasi oleh tuan rumahnya, tidak lagi netral dan obyektif, mengerdil menjadi bagian dari Kementerian Luar Negeri Saudi, dan selama ini hanya dapat merilis statemen-statemen yang tak dibaca dan disimak orang kecuali para penyusunnya sendiri.

Tak dapat dipungkiri, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin Dunia Islam haruslah menjadi teladan di semua bidang pembangunan, demokrasi, penghormatan terhadap HAM, keadilan sosial; melawan sektarianisme dalam segala bentuknya; melestarikan kedaulatan nasional; mengabadikan fondasi pemerintahan yang baik; memberantas korupsi; dan mengupayakan pendekatan antarsesama Muslim.

KTT Kuala Lumpur menjadi lonceng peringatan bagi semua pemimpin Arab, terutama Kerajaan Arab Saudi. Jika kali ini KTT Kuala Lumpur merepresentasikan pengabaian terhadap OKI, maka bukan tak mungkin lain kali akan ada kejutan berupa tuntutan pengawasan umat Islam atas Haramaian (Mekkah al-Mukarromah dan Masjid Nabawi). Sudah ada kecenderungan yang nyata dalam masalah ini, dan KTT Kuala Lumpur bisa jadi merupakan titik awalnya. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account