Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Tuduhan Sesat yang Menyesatkan

Published 18/04/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

pemilu2

Otong Sulaeman

Kecintaan yang sangat besar Imam Syafi’i kepada keluarga Nabi menuai ujian yang cukup berat. Ia dituduh penguasa Bani Abbasiyyah sebagai Syiah Rafidhah yang mengobarkan pemberontakan. Berbagai teror dan cercaan diterima Imam Syafi’i. Tapi kecintaan dan penghormatannya kepada Ahlul Bait Nabi tak pernah ia lepas. Bahkan, tanpa rasa takut sedikitpun, Imam Syafi’i menguntai syair yang terkenal itu: In kaana rafdhan hubbu aali Muhammad, fal yasyhadits-tsaqalaani annii raafidhii –sekiranya kecintaan kepada keluarga Muhammad adalah ciri Rafidhah, maka saksikanlah wahai jin dan manusia, inilah aku seorang Rafidhi. Maka, Imam Syafi’i pun digelandang dengan kaki dirantai, dari Yaman menuju Baghdad. Ia hampir dihukum mati. Tapi, Allah berkehendak lain. Imam Syafi’i selamat berkat kemampuannya dalam menyampaikan eksepsi (pembelaan diri).

Ulama besar dunia Islam itu hampir saja menjadi korban sebuah model konspirasi yang di dunia Kristen disebut blasphemy dan di kalangan muslim diistilahkan takfirisme. Lawan politik dihancurkan dengan cara menyebarkan tuduhan bahwa orang tersebut sesat atau kafir. Modus serupa juga dilakukan oleh Zionis Israel. Di Eropa, seseorang akademisi atau politisi yang berani mengkritik Zionis atau mengutak-atik catatan sejarah Holocaust, tuduhan anti-Semit akan segera dilemparkan kepadanya. Dituduh sebagai anti-Semit di Barat akan membuat karir seorang akademisi atau politisi jadi terancam. Bukan hanya itu, mereka bisa jadi akan menghadapi pengadilan. Roger Garaudy misalnya. Sejarawan Perancis ini diseret ke pengadilan dengan dakwaan anti-Semit dan dikenai denda 240.000 franc.

Dulu, ketika Orde Baru berada di puncak kekuasaannya, cara-cara barbar ala blasphemy atau takfirisme ini juga marak dengan menggunakan isu PKI. Siapa saja yang kena tuduhan PKI atau komunis, akan tamat riwayat karirnya, dikucilkan oleh masyarakat, dan sebagian dijebloskan ke penjara. Bahkan sampai ke anak cucu mereka pun menerima stigma ‘sesat’.

Sayangnya, pasca Orba, metode penyesatan ini masih terus dipakai dalam dunia politik Indonesia. Kemudahan akses jejaring sosial membuat upaya para oportunis politik dan penghamba uang untuk melibas lawan mereka semakin mudah. Bila dulu komunis jadi ‘musuh’, kini agama yang dijualbelikan. Dengan menumbuhkan sentimen anti-Kristen, anti-Ahmadiyah, anti-Syiah, mereka berusaha meraih keuntungan politik. Capres X punya istri Katolik. Capres Y anak tokoh Ahmadiyah. Atau yang paling ‘hot’ akhir-akhir ini, ucapan seorang yang dianggap ulama: kalau capres Z menang, Indonesia akan jadi negara kafir.

Padahal, sikut-sikutan politik dengan metode penyesatan ini sebenarnya adalah pembodohan umat. Nilai kemanusiaan dicampakkan, akhlak dihempaskan, dan logika dilecehkan. Rakyat sama sekali tidak dikondisikan untuk mengenali cara berpolitik yang cerdas dan Islami. Mengkritik lawan seharusnya dengan data dan argumen yang cerdas, bukan dengan tuduhan membabi-buta atau fitnah. Ulama seharusnya berperan dalam meredam cara buruk ini, bukan malah memprovokasi. Pada hakikatnya, model penyesatan seperti ini justru malah menyesatkan ummat. (Editorial/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account