Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Ketidak Berdayaan Israel Terhadap Suriah Pasca Pengiriman S-300

Published 08/11/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Sejak Suriah menerima sistem pertahanan udara S-300 dari Suriah, jet tempur Israel tidak lagi menjalankan misi tempurnya terhadap Suriah.  Demikian dinyatakan oleh Ksenia Svetlova, anggota komisi politik luar negeri dan pertahanan parlemen Israel, Knesset.

Pernyataan ini penting karena menepis klaim Israel sebelumnya yang mengesankan bahwa jet tempur Israel masih menjalankan misi serangan di dalam wilayah Suriah meskipun Damaskus sudah menerima S-300.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk berkunjung ke Moskow dan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memberikan penjelasan mengenai dampak arogansi Israel yang telah menyebabkan tertembak jatuhnya pesawat Ilyushin Il-30 oleh sistem pertahanan udara Suriah di dekat pangkalan udara Hmeimim, provinsi Latakia, Suriah, pada September lalu.

Namun, permohonan Netanyahu itu ditolak oleh Rusia, dan belakangan ini dia beberapa kali mencoba mengesankan bahwa pemerintahannya sanggup menghancurkan S-300 yang telah mengubah keseimbangan strategis di kawasan. Dia juga menyebut bahwa Israel memiliki jet tempur siluman F-35 buatan AS yang dia klaim dapat melanjutkan misi serangan tanpa terdeteksi oleh radar S-300.

Padahal, di AS sendiri jet tempur ini telah ditarik untuk sementara waktu karena diketahui memiliki banyak masalah teknis yang parah. Militer AS telah mengandangkan seluruh armada jet tempur terbarunya itu menyusul kecelakaan yang terjadi di South Carolina pada September lalu. Laporan resmi yang mencatat bahwa kesiapan tempur F-35 yang dirilis pada awal tahun ini dipertanyakan setelah ditemukan puluhan kerusakan pada jet yang diklaim sebagai yang tercanggih di generasinya itu.

Terlepas dari itu, Netanyahu gagal memahami betapa Putin ternyata adalah sosok yang tak mempan dipedaya. Putin sejak awal memang tak nyaman dalam bersahabat dengan Israel karena persahabatan ini selalu membebani secara sepihak sehingga Rusia bahkan terpaksa menutup mata di depan serangan Israel ke Suriah dengan dalih melawan eksistensi Iran.

Sekarang bisa jadi Putin merasa menemukan kesempatan emas untuk menyudahi pola perhasabatan dengan segala konsekuensinya itu pasca insiden jatuhnya pesawat pengintai Ilyushin Il-30, apalagi setelah Perdana Menteri Israel melanggar semua garis merah, yaitu ketika dia melangkahi pamor Rusia dengan cara menggempur posisi-posisi Suriah yang hanya berjarak beberapa kilometer dari pangkalan udara Hmeimim yang menjadi basis militer Rusia di dekat Latakia hingga kemudian berujung pada jatuhnya Ilyushin Il-30 dan tewasnya sejumlah pakar Rusia yang ada di dalamnya.

Netanyahu yang pernah melancarkan lebih dari 200 serangan udara di kedalaman wilayah Suriah kini terlihat sudah jera dan tak berani mengulanginya lagi. Sebab Netanyahu mengetahui bahwa jika dia mengulanginya lagi maka reaksi bersama Suriah dan Rusia akan fatal dan bahkan dapat menjatuhkan pemerintahan Netanyahu. Karena itu, dia terpaksa bungkam, dan tak menemukan opsi apapun.

Suriah telah keluar dari perang sebagai pemenang dengan kondisi yang lebih tangguh dan matang, bukan saja karena telah tujuh tahun solid menghadapi konspirasi besar yang didalangi oleh kekuatan raksasa AS dan negara-negara sekutunya di Timteng, terutama Israel, melainkan juga karena kemampuannya menahan diri di depan provokasi Israel di saat Damaskus masih berkonsentrasi melawan terorisme. Dan meskipun Suriah menahan diri, Netanyahu pada akhirnya tak berani menyerang Suriah lagi, setidaknya dalam waktu dekat ini. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account