Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Koruptor, Takutlah kepada Allah!

Published 14/09/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Lembaga legislatif dan korupsi sepertinya dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mereka yang mengemban atribut sebagai wakil rakyat yang terhormat itu seringnya malah menistakan dirinya sehingga sangat jauh dari kesan terhormat. Sentimen negatif kembali ditunjukkan kepada lembaga ini pasca ditetapkannya hampir semua anggota DPRD Kota Malang sebagai terdakwa kasus kejahatan korupsi. Peristiwa ini menambah panjang daftar catatan hitam para wakil rakyat yang mencuri uang rakyat. Maka, kepercayaan publik kepada lembaga ini (di tingkat pusat hingga daerah) semakin menurun. Karena itu, jangan salahkan rakyat jika kemudian bersikap skeptis dan apatis terhadap lembaga ini.

Dalam situasi seperti itu, ketika publik semakin muak dengan perilaku jahat para legislator, muncul aib baru. Sejumlah partai politik masih mengajukan beberapa orang koruptor sebagai bakal calon anggota legislatif. Parahnya lagi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam keputusan terakhirnya, meloloskan 36 narapidana koruptor menjadi bakal calon legislatif. Jadi, ada 36 orang yang sebelumnya telah terbukti sebagai koruptor, kini maju kembali sebagai calon legislator; mereka kembali berkesempatan untuk bermain-main dengan uang rakyat.

Ada banyak alasan yang diajukan, kenapa partai masih tetap mengajukan para koruptor itu, dan kenapa pula Bawaslu meloloskan mereka. Di antara adalah masalah HAM, bahwa para koruptor itu punya hak asasi politik untuk dipilih. Kemudian ada juga alasan hukum formal, yang menyatakan bahwa memang tidak ada undang-undang yang melarang napi koruptor untuk maju sebagai caleg. Juga ada pembenaran, bahwa para napi itu sudah tobat dari perilaku korupsinya. Terakhir, ada juga napi yang ngotot merasa tidak bersalah; bahwa mereka adalah korban dari vonis yang keliru.

Kita ingin sejenak menarik masalah ini keluar dari konteks politik, hukum, dan sosial. Kita ingin mencoba meletakkan kasus ini sebagai persoalan pribadi masing-masing individu yang terlibat dengan Tuhan mereka, dengan menggunakan perspektif Islam. Dalam pandangan Islam, kejahatan dan dosa yang dilakukan oleh manusia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat. Penjahat juga akan dihukum di akhirat, dengan hukuman yang jauh lebih dahsyat. Adapun hukuman di dunia, jika diterapkan secara adil sesuai dengan norma-norma agama, maka itu akan menghapus hukuman di akhirat. Jika hukuman tersebut tidak sesuai atau kurang dari yang seharusnya, sisanya pasti akan dijalani di akhirat. Sedangkan jika dia betul-betul lolos dari hukuman, bersiap-siaplah untuk mendapatkan siksaan yang jauh lebih dahsyat di akhirat kelak.

Ini adalah persoalan serius dan nyata. Kita semua adalah orang yang beragama dan percaya kepada hari akhirat. Kita percaya bahwa saat ini, ada malaikat pencatat amal yang secara detail mencatat apapun amal perbuatan kita. Catatan-catatan amal itulah yang kelak akan kita pertanggungjawabkan di akhirat. Kita percaya bahwa siapapun dari kita akan dihadirkan di Sidang Pengadilan Ilahi. Kita akan menjadi terdakwa tanpa pembela. Saksi-saksinya adalah para malaikat, buku catatan amal, benda-benda mati yang pernah berinteraksi dengan kita, serta seluruh anggota tubuh kita. Adapun Allah Jalla Jalaaluh akan bertindak sebagai jaksa sekaligus hakim.

Inilah yang dimaksud oleh sejumlah ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa manusia mudah terjebak ke dalam ketertipuan. Kita seringkali lupa akan adanya hari akhirat, dan merasa aman terhadap potensi siksaan akhirat. Banyak dari kita yang tetap merasa nyaman untuk melakukan berbagai macam dosa, lalu mencoba berkelit dari jerat hukum di dunia.

Jikapun ada sedikit kesadaran tentang hubungan antara dosa dengan kehidupan akhirat, seringnya kita juga tertipu oleh konsep-konsep syaithani. Para koruptor mengira bahwa dosa mereka itu akan dengan mudah dihapuskan dengan cara bertobat. Padahal, korupsi adalah dosa yang terkait dengan pelanggaran atas haqqun-nas (hak manusia). Pelakunya tak mungkin diampuni sepanjang dia belum mengembalikan apa yang telah diambilnya itu. Lagipula, siapa yang menjamin bahwa dia masih punya umur untuk bertobat? Siapa tahu sejam setelah dia melakukan korupsi itu dia lantas mati?

Dengan perspektif seperti ini, tentu sangatlah aneh manakala kita masih menyaksikan para koruptor yang masih ngotot untuk kembali maju sebagai caleg. Dan yang lebih memprihatinkan, sebagian dari caleg itu berasal dari partai yang mengklaim diri sebagai partai dakwah. Sungguh, Islam hanyalah sebatas permainan di mulut saja. Takutlah kepada Allah, wahai para koruptor! (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Editorial

Berdamai dengan Zionis Israel Adalah Delusi Konyol

By Farid
Dari Redaksi

Urusan Palestina, Jangan Pernah Berharap kepada Lembaga ‘Banci’ PBB

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account