Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Khotbah Radikal di Masjid Pemerintah

Published 16/07/2018 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

(*) Pemilihan takmir masjid dan khatib salat Jumat di masjid lingkungan lembaga negara, kementerian, dan badan usaha milik negara (BUMN) perlu diseleksi. Tindakan ini jangan dicap sebagai sebuah “screening” yang merepresentasikan sikap fobia terhadap Islam atau ulama. Langkah ini justru melindungi muslim dari pengaruh paham yang keliru.

Hal ini berkenaan dengan hasil penelitian Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang mengejutkan. Berdasarkan riset terhadap materi khotbah di 100 masjid, yang terdiri atas 35 masjid kementerian, 28 masjid lembaga pemerintahan, dan 37 masjid BUMN, P3M mendapatkan fakta bahwa rata-rata ceramah diisi materi yang cenderung radikal. Penuh kebencian terhadap demokrasi, Pancasila, dan kemajemukan.

Penelitian itu membagi ceramah menjadi radikal kategori rendah, kategori sedang, dan kategori tinggi. Khotbah yang tergolong radikal kategori rendah pun sudah lumayan mengkhawatirkan. Topik yang disampaikan antara lain khilafah. Penceramah menerima sistem demokrasi, tapi tak menolak khilafah. Penceramah memiliki sikap negatif terhadap agama lain.

Khotbah radikal kategori sedang juga menerima demokrasi, tapi menyetujui soal khilafah. Ceramah di level ini sudah menyampaikan ujaran kebencian, memusuhi kelompok lain, dan cenderung menganggap kelompoknya yang paling benar. Misalnya, menuduh Syiah memalsukan hadis. Pengkhotbah juga menstigma agama lain.

Adapun yang level tinggi, ceramahnya sudah menjurus ke provokasi. Para penceramah memprovokasi bahwa kaum kafir akan menyerang muslim. Lalu menyampaikan pandangan bahwa dewasa ini terjadi konspirasi bahwa Islam akan diserang oleh berbagai kekuatan. Mereka menakut-nakuti dengan menyatakan umat Islam dimusuhi. Mereka mengkafirkan kelompok lain, menghina mereka yang berziarah kubur, sampai mengumandangkan kebencian terhadap pemimpin nonmuslim.

Selama ini kita mengira paham radikal disusupkan ke jemaah di lingkaran tertutup, seperti pesantren atau pengajian tertentu. Tapi ternyata justru di halaman instansi negara. Masjid-masjid ini dibiayai negara. Ironis karena dalam instansi pemerintahan justru diungkapkan secara terbuka bahwa demokrasi Pancasila dianggap sebagai produk kafir. Bahkan ada yang menyerukan tindakan intoleran.

Yang disasar adalah pegawai negara. Bukan tidak mungkin ini merupakan gerakan sistematis. Bagaimanapun, pegawai negara adalah mereka yang merumuskan dan menentukan kebijakan sehari-hari yang mempengaruhi masyarakat. Jika mereka terpengaruh oleh hasutan, gerakan radikalisme akan muncul dari dalam negara sendiri.

Penelitian P3M ini perlu didalami lebih jauh. Penelitian ini masih sebatas menganalisis khotbah, selebaran-selebaran, dan majalah dinding yang ada di masjid-masjid, belum program masjid. Tapi jangan memandang enteng penelitian ini. Mereka yang berwenang harus mengganti para penceramah radikal ini dengan ustad dan takmir masjid moderat yang bisa menerima perbedaan, baik perbedaan yang berbasis etnis, agama, maupun budaya. (LiputanIslam.com)

*disalin dari Tempo, Selasa, 10 Juli 2018.

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account