Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Popularisme Dianggap Tidak Cukup untuk Menjadi Presiden Indonesia

Published 03/04/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

baliho sbyJakarta, LiputanIslam.com — Popularisme dianggap tidak terlalu penting sebagai syarat menjadi presiden Indonesia mendatang, malainkan sosok yang mampu menjaga keutuhan dan kesatuan.

Demikian hal yang mengemuka dalam acara diskusi Bedah Presiden yang digelar Lumbung Informasi (Lira) di Jakarta, Rabu (2/4).

“Indonesia tak butuh capres dengan modal visi dan misi belaka, apalagi terdongkrak karena popularitas,” ungkap Presiden LIRA Yusuf Rijal dalam diskusi tersebut.

“Mereka (masyarakat) milih capres itu yang populer, sayang sekali kalau sampai salah pilih,” tambahnya.

Menurutnya, sebagian capres-capres tersebut sibuk membangun kepopuleran, membicarakan visi dan misi namun tidak menunjukkan kemampuannya dalam menjaga keutuhan negeri.

Dia menjelaskan, Indonesia butuh sosok yang mampu menjaga keutuhan dan kesatuan negara Republik Indonesia, begitu juga dengan keamanan dan kenyamanan negara. Meski tidak ada persyaratan sebagai capres harus berlatar belakang militer, namun menurut Rijal, jebolan militer memiliki jiwa kepemimpinan dan ketegasan dalam mengambil keputusan.

“Kesempatannya untuk orang militer cukup besar,” ujarnya.

Dalam perang politik tahun ini terdapat dua jebolan militer yang menurutnya memiliki kemampuan untuk menjadi RI 1. “Tahun ini ada dua mantan militer yang bertarung dan masing-masing berkompeten untuk menjadi presiden,” ujar dia.

Sementara itu Ridwan Saidi, mantan ketua HMI dan juga pengamat sosial dan politik yang juga menjadi pembicara dalam acara itu menyinggung tentang fenomena Jokowi yang memiliki tingkat popularitas tinggi di kalangan masyarakat.

Menurut Ridwan, Jokowi mendapat keuntungan besar karena kepopulerannya di media. Dahulu, dia menjelaskan, saat pemilihan gubernur DKI Jakarta, pendukung Fauzi Bowo banyak yang beralih mendukung Jokowi, namun sekarang mereka menyesal karena orang yang didukung tersebut justru mangkir dari tanggung jawabnya mengurus Jakarta.

“Saran saya sih, Jokowi selesaikan dulu tugasnya sebagai Gubernur Jakarta, bagaimana kita memilih orang yang mangkir dari tugas untuk jadi presiden?” kata dia.(ca/republika.co.id)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account