Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

ISIS Pasca “Kekhalifahan”

Published 07/09/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Fenomena pergerakan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/DAESH/IS) telah mengundang banyak pertanyaan mengenai misinya, pembuatnya, donaturnya, dan supplier senjatanya. Pertanyaan yang juga mengemuka ialah apakah ISIS menjalin hubungan terselubung dengan negara Zionis Israel? Mengapa ISIS terfokus pada pengobaran api konflik di tengah umat Islam?

Mengapa mereka menggunakan cara-cara sadis dan barbar dalam memperlakukan musuhnya? Mengapa mereka berusaha mengoyak jalinan sosial di berbagai kawasan yang didudukinya? Mengapa mereka menghancurkan berbagai kota, desa, bangunan infrastruktur, dan peninggalan sejarah di berbagai kawasan yang didudukinya? Mengapa mereka berbuat kejam termasuk terhadap warga sipil di mana-mana?

Masih banyak lagi pertanyaan seputar tujuan dan motif aksi-aksi ISIS, tapi yang jelas ialah bahwa atraksi barbar mereka sama sekali tidak menguntungkan siapapun kecuali musuh bangsa-bangsa Arab dan umat Islam, terutama Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pasukan Irak telah berhasil merebut kembali dan membebaskan berbagai kawasannya dari pendudukan ISIS, sementara pasukan pemerintah Suriah juga telah mencetak banyak kemenangan telak atas ISIS, dan tak lama lagi akan dapat membebaskan berbagai kawasan yang telah diduduki ISIS sejak beberapa tahun silam.

Hanya saja, tumbangnya “kekhalifahan” ISIS, kehancuran senjata dan peralatan tempurnya, dan kaburnya para gembong mereka ke berbagai kawasan tidak lantas berarti aksi teror mereka pasti terhenti dan bahwa mereka akan sepenuhnya musnah dari muka bumi. Mereka sendiri sejak setahun lalu sudah memperkirakan akan kalah sehingga mencoba memainkan kartu baru dan mempersiapkan diri untuk melakukan gerakan bawah tanah terhadap musuh-musuhnya.

Tersingkirnya ISIS dari berbagai kota yang didudukinya tidak berarti bahwa kota-kota itu akan segera aman dan damai sepenuhnya. New York Times pada 28 Mei 2017 menyebutkan bahwa ISIS tercatat telah melancarkan 1,483 serangan di 16 kota di Irak dan Suriah yang telah dibebaskan dari pendudukan mereka. Berbagai kota dan daerah di Irak dan Suriah yang sudah berhasil dibebaskan ternyata masih saja menjadi sasaran aksi peledakan bom ISIS.

ISIS tidak berhenti melakukan aksi terornya semudah apa yang dibayangkan oleh sebagian orang. Sebabnya antara lain ialah bahwa mereka masih memiliki ribuan loyalis dan banyak senjata, masih dapat mempertahankan banyak kadernya untuk melancarkan aksi serangan di berbagai kawasan yang semula mereka duduki maupun di berbagai kawasan lain di dunia, dan masih ada pihak-pihak yang berkepentingan dengan keberadaan ISIS sehingga diam-diam mendanainya dan menyuplainya dengan senjata.

Organisasi-organisasi teroris tak mudah ditumpas habis karena mereka mengandalkan sel-sel kecil yang mereka tanam di berbagai kota dan di desa secara tersembunyi agar tak dapat dibongkar total, dan mereka juga mendapat dukungan dari berbagai pihak lokal dan asing.

Al-Qaida dan Taliban adalah contohnya. Keduanya masih dapat melancarkan berbagai serangan teror di Afghanistan ketika al-Qaida sudah memasuki usia 35 tahun dan setelah 16 tahun kekuasaan Taliban  di negara ini berhasil digulingkan.

Di sisi lain kondisi negara-negara Arab yang serba tertekan praktis menyuburkan militansi di tengah kalangan pemuda pengangguran, frustasi, dan gamang dalam melihat masa depan sehingga mudah menjadi sasaran rekrutmen ISIS maupun kelompok-kelompok radikal lain.

Karena itu tidak kecil kemungkinan eksistensi ISIS akan tetap bertahan di tengah polarisasi para “jihadis” Arab dan Muslim, dan para petempur yang berhasil keluar dari Suriah dan Irak akan tersebar ke negara-negara lain. Bisa jadi pula mereka akan bermutasi menjadi organisasi bawah tanah yang bertumpu pada sel-sel kecil dan terfokus pada upaya mengacaukan stabilitas negara-negara Arab di bagian timur dunia Arab dan bagian utara Benua Afrika.

ISIS berpotensi mengubah nama dan metode serangannya dalam berinteraksi dengan warga dan berkemungkinan berbalik menyerang pihak-pihak yang membidani kelahiran kelompok bengis ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa al-Qaida  adalah produk Amerika Serikat (AS) yang kemudian berbalik menyerang AS dan bermusuhan dengan negara adidaya ini.

Saudipun juga turut mendanai dan membesarkan al-Qaeda namun akhirnya juga bemusuhan dengan al-Qaeda. Pakistan menghasilkan Taliban, tapi kemudian terlibat konflik dengannya. Anehnya, meskipun Israel juga ikut mengasuh ISIS dengan dana, senjata dan para agen dinas rahasianya, MOSSAD, tapi sampai sekarang tak ada tanda-tanda akan berbalik menyerang Israel. (mm)

Sumber: Ray al-Youm

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account